Skip to main content

Biarlah Badai Berlalu, Aku Disini Menemanimu *sokasik!*

I don't know where I crossed the line.Was it something that I said or didn't say this time?
And I don't know if it's me or you. But I can see the skies are changing
No longer shades of blue. I don't know which way it's gonna go
If it's going to be a rainy day. There's nothing we can do to make it change
We can pray for sunny weather. But that won't stop the rain
You're feeling like you've got no place to run. I can be your shelter 'til it's done
We can make this last forever. So please don't stop the rain
Let it fall, let it fall, let it fall. Please don't stop the rain
Let it fall, let it fall, let it fall. Please don't stop the rain
I thought that time was on our side. I've put in far too many years to let this pass us by
You see life is a crazy thing. There'll be good times and there'll be bad times
And everything in between. And I don't know which ways it's gonna go
If it's going to be a rainy day. There's nothing we can do to make it change
We can pray for sunny weather. But that won't stop the rain
Feeling like you've got no place to run. I can be your shelter 'til it's done
We can make this last forever. So please don't stop the rain
Let it fall, let it fall, let it fall. Please don't stop the rain
Let it fall, let it fall, let it fall. Please don't stop the rain
Oh, we're a little closer now. In finding what life's all about
Yeah, I know you just can't stand it. When things don't go your way
But we've got no control over what happens anyway
If it's going to be a rainy day. There's nothing we can do to make it change
We can pray for sunny weather. But that won't stop the rain
Feeling like you've got no place to run. I can be your shelter 'til it's done
We can make this last forever. So please don't stop the rain
Let it fall, let it fall, let it fall. Please don't stop the rain
Let it fall, let it fall, let it fall. Please don't stop the rain
Let it fall, let it fall, let it fall. Let it fall, let it fall, let it fall
Please don't stop the rain.


Kira-kira isi lagu ini nyambung sama judul yang saya buat.
Entah ya, lagi suka sangat sama lagu ini.
Saya memang suka sangat sama James Morrison.



Lagu ini menginspirasi saya untuk membiarkan apa yang sudah dan seharusnya memang terjadi, ya terjadilah. Semacam takdir yang memang sudah digariskan. Kalau sekiranya itu menyenangkan, maka perasaan kita akan bahagia. Kalau itu tidak menyenangkan, ya hadapi saja. 
Kalau merasa tersesat, kalau merasa ditinggalkan, kalau merasa tidak berguna, kalau merasa dunia tidak memihak padamu, kalau merasa kamu adalah orang paling sengsara di dunia, kalau merasa sakit sampai di ubun-ubun, kalau merasa keinginanmu tidak pernah terpenuhi.
Biarkan saja dahulu, biarkan lewat. 
Sembari menunggu, coba tengok kanan-kiri. Nah, siapa tau kamu menemukan sedikit keberuntungan. Ada orang-orang di sekitarmu yang memperhatikanmu yang merasa sendirian. Coba tanyakan, apakah mereka mau menemanimu sampai hal-hal tidak enak ini berlalu. Atau bahkan mereka yang menawarkan padamu untuk menemanimu? Jangan ditolak. 
Mereka bisa saja temanmu, baik yang dekat atau tidak, keluargamu, ayah-ibumu, adikmu, kakakmu, sepupumu misalnya, pacar, kekasih, suami, atau bisa juga sekedar orang asing yang mampir dan melihatmu dirundung awan hitam.
Setelah semuanya lewat, jangan lupa ucapkan terima kasih. Jangan lupakan mereka. Kalau ada kesempatannya, lakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan padamu ketika kamu dalam keadaan yang tidak menyenangkan tadi.


Resiprokal seperti ini tidak hanya menguntungkan satu pihak saja kok...
Saya sendiri selalu merasakan ketika saya bisa membantu orang lain, walau hanya mendengarkan keluh kesah, ikut bahagia kalau akhirnya orang itu tersenyum. Senyum itu menular, kalau lawan bicara kita tersenyum kita juga (biasanya) akan ikut tersenyum. Senyum itu bagian dari ibadah juga lho. Bukan senyum-senyum sendiri dan sampai hilang akal ya.


Setidaknya saya sendiri pun tidak ingin sendirian kalau saya dalam keadaan-keadaan tidak menyenangkan. Siapa yang mau sendirian dalam keadaan tidak menyenangkan?


Read Happily All!
:D




PS:
Untuk orang-orang disekitar saya, jangan ragu untuk minta ditemani ya!Kalau saya bisa, saya bantu, apapun.



Comments

Popular posts from this blog

Sudah 23 Masih Belum Bisa Menyetrika (Dengan Baik)

Kemarin umur saya bertambah, jadi 23. Usia pantas menikah untuk perempuan. Katanya orang-orang tua sih....:D


Saya memulai hari kemarin dengan hampir tidak tidur pada waktu dini hari. Kemudian hampir kesiangan untuk sahur. Sampai akhirnya hampir tidak melakukan apa-apa seharian. Usia 23 ini saya rasakan adalah usia yang sama seperti kata HAMPIR ini. Kalau orang bilang usia 23 itu usia yang matang untuk wanita dewasa, saya lebih memilih menuju atau hampir matang dengan menyelesaikan tugas perkembangan saya satu-persatu. Kalau ada yang bilang usia 23 ini wanita seharusnya sudah bisa hidup mandiri, saya hampir bisa, tinggal cari pendapatan tetap untuk menggenapi seluruh biaya hidup mandirinya. Kalau ada yang bilang usia 23 itu sudah sepantasnya menikah, sedangkan saya hampir belum merasa ingin menikah. :D


Setelah solat subuh dan mengaji, saya memutuskan untuk tidur lagi karena malamnya saya baru tidur sebentar. Saya bangun sekitar jam 9 kalau tidak salah. Kemudian saya lanjutkan gogoleran s…

[REVIEW] SATU MATA PANAH PADA KOMPAS YANG BUTA

Setelah review ngga niat kemaren, hahahaha, karena intinya cuma pengen nulis sesuatu tentang Cinder yang aduhai ngga nahan keren gitu karakternya tapi ntah mau nulis apa juga ga paham, sekarang saya membawa satu buku yang saya dapat secara gratisan. Semoga reviewnya ngga kalah sama yang sebelumnya. Hahahaha-lagi.

Judul : Satu Mata Panah Pada Kompas Yang Buta
Penulis : Suarcani
Penerbit : Jendela O Publishing House
Jumlah halaman : 224
Waktu menyelesaikan : 2 siang.
Asal : Dikirimin Mbak Anggi.
Blurb : Kompasmu, apakah kamu memperhatikannya? Ada dua arah di sana. Utara dan Selatan. Sama halnya seperti matamu sendiri, arah itu akan menyelamatkanmu dari kesesatan. Tapi, kompas milikku buta. Tidak ada utara selatan dalam hidupku, semua hanyut dalam ketakutan dan masa lalu. Lima belas tahun penjara mencuri jarum kompasku dan setelah bebas, aku pun masih belum tahu ke mana arah hidupku. Aku pembunuh, korban hasrat yang menyimpang. Dunia luar menungguku, berpura-pura menyambutku dengan semar…