Skip to main content

#2 MALAM MINGGU [NONFIKSI]

#15harimenulisdiblog

Aku paling suka menghabiskan malam minggu ku di rumah, bersama teman-teman ku. Aku selalu memilih untuk bermalam minggu di rumah, bersama orang tua ku, atau teman-teman. Bukan, bukan, bukan karena aku tidak punya pacar. Aku tidak pernah keluar rumah di malam minggu. Buatku malam minggu adalah waktunya aku menikmati tempat yang aku sebut dengan rumah atau 'rumah'. Seperti ini :
~ Diam di rumah menghabiskan waktu menonton film yang disiarkan stasiun televisi swasta bersama ayahku dan menjelaskan kejadian per kejadian yang berlangsung. Untuk beberapa orang mungkin terganggu dengan pertanyaan "Kok bisa gitu dek?", "Itu kok penjahatnya sampe disitu dek?", padahal kita menonton dari awal bersama-sama. Buat ku itu adalah caraku dan Papa menghabiskan waktu dan saling mengenal.
~ Tidur-tiduran di kamar Ibu sambil cerita-cerita entah itu tentang pacar, teman, pekerjaan, Papa, adikku, masakan, atau sekedar mengingatkan "Mbak, Srikaya depan rumah besok dipetik ya, keburu di ambil orang, kita buat sirup besok!" Dan aku suka sekali waktu-waktu dimana ibu ku memeluk ku dari belakang sambil tiduran, mengelus rambutku atau sekedar memegang betis atau lengan atas memastikan suhu tubuhku tidak diatas 36 derajat celcius.
~ Kalau adik ku lagi di rumah, di ruang tamu, depan laptop masing-masing dan modem terpasang, surfing bareng-bareng, saling tukar informasi, "Siapa pacar kamu sekarang?" atau "Cowok mana lagi yang buat lo nangis kemaren..?" selalu membuat aku kangen sama adik yang selalu kusebut nakal dan tidak berbakti itu.
~ Waktu masih merantau, aku paling suka menghabiskan malam minggu ku di rumah sahabatku, tepatnya di depan televisi, menonton DVD atau film dari TV berbayar. Kalau di kontrakan atau kosan, menonton OVJ atau sekedar mencari stasiun yang menyiarkan artis-artis yang kami anggap cukup patut untuk diikuti sambil bergosip membicarakan kisah kami masing-masing, atau kisah teman-teman kami. Atau sekedar berdiam diri di kamar menikmati bacaan masing-masing sambil sesekali bergumam atau saling mengucapkan kalimat yang dirasa menarik, lucu, inspiratif, dan 'dalem' kepada satu sama lain. Atau ketika hanya duduk di luar rumah, atau balkon kosan, memegang cangkir kopi atau teh, memandangi langit, berbintang ataupun tidak. Bahkan dalam diam pun kami belajar untuk saling memahami dan mengisi perasaan masing-masing. "Aku suka banget momen kayak gini, ketika kita ngumpul cuma buat memastikan kalau kita masih saling memperhatikan.", ujar salah seorang sahabatku satu saat.

Dan kalau pacar ku berkunjung malam minggu, aku akan menahannya di ruang tamu ku, mengajaknya makan malam di dapur keluarga ku, membuatkannya kopi atau teh untuk menghangatkan badannya, dan mengobrol bersama Papa dan Ibu ku.

Aku paling suka menghabiskan malam minggu ku di rumah bersama orang-orang yang ku sayang.

Comments

  1. ini pilihan kata2nya kok ya macam bahasanya anak esempe pas pelajaran mengarang ya? haghaghag

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!