Skip to main content

DAY 13 : IDOLA

Saya baru sadar, ternyata tantangan 30 hari menulis blog itu harus mengikuti tema tertentu tiap harinya. Ternyata saya merusak kegiatan tersebut dengan menentukan smena-mena sesuaka hati saya hari itu, waktu itu, ketika itu, sekarang ini saya kepengen nulis apa. Ha-ha-ha. Bukannya tidak tahu aturan mainnya sih, hanya saja kalau harus menuruti plek seperti yang disarankan agak nggak asyik gitu... *bilang aja baru tau aturannya* :P
Sewaktu ditawarin dulu, apa iya saya sanggup buat rutin 30 hari nulis? Sedangkan, tahun kemarin aja cuma lima postingan. Si Kimi bilang, "Nggak usah sesuai tema nggak apa-apa kok, yang penting ada postingan... Kalau bingung bisa lihat tema disini." Kemudian dia memberikan saya tiga buah gambar yang isinya tema-tema tantangan menulis blog ini. Kemudian, disebabkan satu dan lain hal, saya putuskan untuk menulis lagi. Sebenernya saya menulis lebih kepada self-healing, supaya saya bisa lebih mengenali diri sendiri yang sedang tidak dalam good statement beberapa bulan belakangan. Akhirnya, saya mulai menulis lagi dengan menggabungkan tiga buah daftar tema dan menu tersebut dan mood saya setiap harinya. Hasilnya, sampailah kita di hari ketiga belas.

Maka di hari ketiga belas ini, saya ingin membahas sesuatu yang bernama idola. Apa sih idola itu? idola/ido·la/ n orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan. Idola menjadi sosok yang signifikan dalam kehidupan seseorang yang sedikit banyak berperan dalam tahap perkembangan seseorang. Jadi jangan heran kalau ada orang yang idolanya berubah-ubah sesuai tahapan perkembangannya, dan kemudian cenderung menetap seperti kawan saya yang cinta mati sama Rafael Nadal *you know who is it* dan sebentar lagi mau nyebar undangan nikah sama mas Rafa. Penyebab manusia bisa mengidolakan manusia lainnya karena dia menemukan ideal-self dalam idolanya. Dia ingin menjadi seperti orang yang dia idolakan, entah itu sifatnya, kehebatannya, atau rupa fisiknya.

Mumpung masih anget di otak saya soal idola ini, saya mau cerita sedikit.
Si bocil minggu ini punya idola baru, namanya Astro Boy. Dia terkesima dengan robot anak laki-laki itu setelah menontonnya akhir minggu kemarin di salah satu tipi swasta. Sudah 2 malam ini dia minta dipanggil Astro. Dia sibuk menyelamatkan dunia dari serangan monster dan robot jahat (baca : oomnya yang selalu usil ngerjain dia). Walaupun baru sekali menonton Astro Boy, dia hapal poin-poin penting kejadian di film Astro Boy. Misalnya, bagaimana dan apa yang membuat Astro hidup, adegan penting Astro bersama significant personnya, dan kebiasaan-kebiasaan Astro lainnya.
Sebelum Astro Boy, si bocil ini mau jadi Owlette katanya. Owlette dari pasukan PJ Masks. Si bocil menontonnya dari Youtube. Yang ini saya kecolongan, awalnya saya nggak tahu dia suka ngomongin PJ Masks sampai dia berguman dan mengelurkan bahasa alien (sesungguhnya ini bahasa Inggris karena PJ Masks yang dia tonton berbahasa Inggris).
"Kakak itu lagu apa?"
"pijemas lho Bunda.."
*wutde*
"Apaan sih kak?"
"Di youtube Bunda..."
*was-was takut kecolongan*
"Yang mana Kak?"
*ambil handphone, kasih ke bocil, si bocil nunjukin*
"Oh, tau darimana?"
"Yutub.."
"Ya, he-eh... kan di tipi ngga ada..."
"Kan, kemaren itu kan.. pas aku nonton pedoh (Playdoh, red), aku liat... trus aku suka."
*manggut-manggut*
Dan sejak itulah, kalau dia lagi screen time, saya akan jadi translatornya (sekalian kontrol karena kartun anak di youtube pun ada yang dijadikan konten dewasa). Dia hapal Siapa Owlette, Catboy, Gecko, Romeo, dan siapa-siapalah itu tokohnya, Lagunya, cara berubahnya, ceritanya. Tadinya dia minta dipanggil Catboy, tapi saya arahkan supaya dia jadi Owlette saja, karena dia perempuan. Nah, masalahnya, Astro Boy kan single hero, ngga ada kawannya yang manusia robot juga, cowok pula!Hahaha.
Era sebelum Owlette adalah eranya Hiccup dan kawan-kawan di How to Train Your Dragon. Terkadang bergantian dengan Elsa-Frozen. Di HTYD, dulunya dia ngotot banget mau jadi Hiccup, simpel, karena Hiccup terbangnya sama Toothless, dan toothless itu lucuk.
"Lucuk lho Bunda, toothless itu.. Naga geh nggak punya gigi..."
Yang mana akhirnya saya arahkan menjadi,
"Astrid aja sih Kakak, Astrid kan perempuan kayak Kakak, keren lagi, jagoan, naganya warna-warni."
Dan perkara Astrid-Hiccup ini menjadi bibit-bibit pertengkaran si bocil dengan sepupunya si abang (satu-satu sepupu cowok di area Bandar Lampung), mereka rebutan mau jadi siapa-siapanya.
Kalau Elsa-Anna dari Frozen ini ketularan si Kakak (sepupunya yang lain) kayaknya. Soalnya si Kakak yang lebih tua tiga tahun ini barang-barangnya Elsa semua. Si bocil seneng banget main sama si Kakak, kayak Elsa dan Anna mungkin. Sama seperti cerita sebelumnya, si bocil hapal kejadian-kejadian, kebiasaan-kebiasaan tokoh-tokoh yang sedang dia idolakan.

Saya senang sih melihat dia punya idola seperti tokoh-tokoh itu, tapi saya masih memiliki kekhawatiran. Saya khawatir anak saya ngga kenal sama Muhammad SAW, 4 khalifah besar setelah Rosul, atau ilmuwan-limuwan hebat macam Al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun dan kawan-kawannya. Seingat saya, saya tidak pernah dikenalkan secara khusus kepada mereka. Minat saya muncul terhadap mereka ketika saya mulai mempelajari apa yang saya kerjakan dan percayai setiap harinya. Namun saya merasa kurang akrab, karena saya ngga kenal mereka dari kecil. Justru saya kenalnya Sailormoon, Samurai X, Liveman, Power Ranger, atau Doraemon. Etapi kehadiran mereka membuat masa kecil saya bahagia sih....

Dulu ngga ada produk tentang Islam yang ramah anak, contohnya komik surga dan neraka jaman dulu itu. Iya yang itu. yang gambarnya horor. Si bocil pun sudah membaca itu, dan dia ngga suka kalau harus mengingat-ingat isi bukunya. Kemudian saya sadar sepenuhnya, bahwa saya harus menyediakan media untuk si bocil kenal sama tokoh-tokoh penting yang saya sebut sebelumnya. Dia harus tahu kalau Rosulnya lebih keren dari Astro Boy, dia harus tahu Umar bin Khatab itu lebih berani dari Hiccup si Viking. Saya ingin, selain tokoh-tokoh yang imut dan lucu itu, si bocil juga kenal Aisyah Ra, Fatimah Ra, dan terutama Khadijah.
Mungkin beberapa orang menilai saya jadul, mengapa menginginkan tokoh di masa lalu yang ngga terlalu populer (hey, kata siapa mereka ngga populer? Kamu aja kali yang ngga pernah cari tau... ;P) saat di masa kini banyak anak-anak yang juga keren-keren dari segi bakat dan prestasi? Karena dengan mengetahui kisah-kisah mereka, saya harap anak saya bisa belajar dan mengambil hikmah dari orang-orang yang mendapat jaminan Syurga milik Allah. Kemudian, apa yang dia dapat bisa membawa manfaat untuk keluarganya di masa depan. Simpel kan?

Saya sudah punya beberapa medianya. Bentuknya buku tentu saja, yang terbaru adalah koleksi Seri Tauladan Rosul dari seri Halo Balita yang dikeluarkan Pelangi Mizan dari MDS. Walaupun di Yutub banyak video kartun tentang Nabi-Nabi, tapi si bocil ngga tertarik, karena gambarnya ngga imut. #sigh Dia lebih suka bolak balik koleksi bukunya dan melihat Sali dan Saliha bercerita tentang Muhammad SAW. Semoga ke depannya saya bisa memberikan media lain yang sesuai selera bocil. Dan semoga dikasih rejeki lebih buat beli buku-buku MDS lainnya (iya, saya ngiler banget sama buku-buku mereka).

Jadi, siapa idolamu?

XOXO,
Dari yang sedang menabung untuk membeli buku.

Comments

  1. Replies
    1. beliin aku sih buku Ensiklopedi Bocah Muslim yang ta sebut di atas... Hahaha... #negek

      Delete
  2. Ah, betul-betul. Emang anak sekarang lebih akrab duluan sama kartun Youtube (Zahir sukanya Tayo Little Bus sama Hot Wheels) dibanding tokoh-tokoh lain yang harusnya kita kenalkan sejak dini. Semoga kita bisa istiqomah untuk menuntun anak ke jalan yang baik ya, Lu.


    *karpos belum nyampe btw :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hee?? Belum nyampe? Kekmanalah papos itu.... :(

      Iya mbak, yang penting kita punya tujuan dan punya media yang pas buat ngenalin itu semua..

      Delete
  3. salah satu dari bbrp idola saya adalah Sayyidina Umar bin Khattab
    lalu Mahatma Gandhi


    dan tentu saja tak ketinggalan: bang Rhoma Irama \m/

    menarik jg ntar saya nulis ttg .. ini
    ttg bang Rhoma laah XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. #eaaaa
      #begadangjanganbegadang
      #iniemakjugalagibegadang

      Delete
  4. Idola saya Zoro di One Piece manga dan Atticus Finch dari to Kill a Mockingbird. Hehe.

    Salam kenal, Mbak... dulu sepertinya pernah mampir tapi saya masih on-off onlinenya, hehe. Semangat untuk challenge 30 harinya! :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!