Skip to main content

DAY 14 ; WHAT IF(S)

Sebenarnya, saya bingung mau memulai menulis tema ini dari apa.
Saya sudah tiga, empat, lima kali mengganti kalimat pembuka tema hari ini. What if(s). (s) menunjukkan kemungkinan-kemungkinan ada banyaknya what if yang saya pikirkan.

Semua bermula dari kegelisahan saya melihat berita-berita di media, baik elektronik maupun cetak, yang nyatanya jarang sekali ada berita baik atau positif. Semua berita mengandung konten kekerasan, kriminalitas, adu domba, penipuan, prasangka buruk, kesombongan, dan hal-hal buruk yang membuat saya mengernyitkan dahi. Hal ini juga berlaku untuk status-status yang seringkali dibuat oleh teman-teman saya di berbagai media sosial, kebanyakan bukan yang dekat secara personal sih, tapi teuteup weh bikin gerah dan buat saya cepet-cepet ng-unfollow beliau-beliau itu. Sekarang timeline medsos saya isinya cuma kawan-kawan yang suka share video DIY mainan anak sama masak-masak yang gampang. :))))

Namun, walaupun sudah menghindari dari terpaparnya saya dari berita-berita jenis yang saya sebutkan di atas, saya tetap saja mendengarnya dari rekan kerja. Hal ini membuat saya berpikir bahwa sudah sangat berkurangkah kebaikan di sekitar kita? Yang akhirnya membuat saya mau ngga  mau, sedikit ataupun banyak memikirkan apa yang terjadi sebenarnya di lingkungan kita. Secara luasnya, negara kita. Oh iya, jangan heran, dari kecil saya memiliki rasa cinta yang besar sama bangsa ini. Apalagi kegiatan ekskul saya macam Paskibra, walaupun ngga pernah ikut Pramuka dan PMR, cukup memupuk rasa kebangsaan yang tinggi. Hal lain yang mendukung adalah ibu saya guru PKn cuy, kenyang deh denger dongeng tentang kebangsaan dan kewarganegaraan dari kecil sampel segede sekarang. APALAGI, saya kecil tumbuh di era serba enak dan serba aman. Jadi ketika saya dewasa bertemu dengan era yang serba ngga aman dan serba fitnah seperti sekarang, rasa-rasanya kok ya seperti bukan di Indonesia.

Apa yang saya lihat di media sekarang membuat saya banyak berandai, dan membayangkan yang tidak-tidak. Bagaimana jika semua hal yang dibantah oleh pemerintah sekarang ternyata merupakan suatu kebohongan? Bagaimana jika semua yang kamu hadapi sehari-hari semuanya semu? Atau bagaimana jika ternyata kita sedang berada dalam dunia buatan seperti area bertempur dalam film Mocking Jay? Bagaimana jika orang-orang di sekitarmu berkonspirasi demi mendapatkan uang asuransi yang kamu miliki dalam jumlah banyak? Bagaimana jika pasangan kita ternyata orang dengan kepribadian yang tidak utuh, psikopat misalnya? *ouch, kebanyakan nonton drama makjang agaknya* Bagaimana jika yang diklaim hoax itu mengandung setitik kebenaran? Atau bagaimana jika orang-orang yang kita percayai sepenuh hati adalah pembohong? Bagaimana jika pemimpin-pemimpin kita adalah orang munafik?

Kita tahu bahayanya orang munafik itu seperti apa. Yang belum tau bisa liat disini. Terlepas dari kajian apapun, suku apapun, agama apapun, yang kita tahu orang munafik merugikan. Mengapa merugikan? Karena apa yang dia tampilkan berbeda dengan yang dia yakini dan inginkan, bukan sekedar berbohong atau menampilkan kepura-pura-an. Ciri-cirinya jelas : jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, jika dipercaya ia berkhianat. Alangkah banyaknya contoh-contoh perilaku yang mencerminkan ketiga hal tersebut di media kita. Dan FYI, wahai pembaca yang budiman, orang munafik ini, kalau dalam agama saya, tidak termasuk dalam golongan orang kafir apalagi orang mukmin. Untuk penjelasan orang kafir ini bisa dicari sendiri ya, karena penjelasannya panjang. Kalau mau menunggu tulisan saya, ngga janji deh..... Hehehe. Kalau mencari penjelasan jangan dari situs-situs ngga jelas ya.. Sangat direkomendasikan untuk membuka situs-situs reperti Rodja atau WessalTV. :)

Munafik itu adalah sekeji-kejinya penyakit hati. Allah bilang, orang munafik itu membawa kebinasaan dan hati-hati mereka tertutup dari hidayah. Allah membiarkan mereka dalam kesesatan atas kemunafikan mereka. Kelak neraka adalah tempat yang dijanjikan untuk orang-orang munafik. Sok tahu banget ya saya, belum apa-apa sudah menentukan neraka untuk siapa. Eits, nanti dulu, itu ada kok, di surat Al-Baqoroh mulai dari ayat 10 sampai 13. Nggak bisa baca hijaiyah? Gampang, terjemahannya banyak kok. Asal mau mencari dan belajar, nanti sama Allah dimudahkan. #tsah
Kalau dipikir-pikir, Al-Baqoroh kan surat kedua dalam Al-Quran ya, berarti belum apa-apa kita sudah dapat early warning tuh supaya tidak menjadi bagian dari orang-orang munafik.

Pe-er kita sekarang adalah memastikan bahwa hati kita bukanlah hati orang munafik. Terlepas dari kajian apapun, suku apapun, agama apapun yang kita anut, pastikan kita bukan golongan orang-orang munafik.
Wallahu'alam bissawab.

XOXO,
ditengah kelegaan menuangkan isi pikiran yang mengganggu beberapa minggu kebelakang.

Comments

  1. Saya merasa disentil hbs baca ini 🙂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih maaf.... Ga bermaksud.... Padahal tangan saya juga ngga jalan2 sampe jogja sih om... 😁

      Delete
  2. Aku juga gerah dengan share-share berita yang malah memecah belah teman jadi kubu yang berbeda. Makanya socmed yang paling rutin aku buka cuma instagram. Liat gambar-gambar bagus hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kan ya mbak... ngga sehat buat otak mata dan utamanya hati... lelah hayati, kak, lelaaaahhhhhh....

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!