Skip to main content

DAY 16 : JOB ROUTINE

Minggu lalu saya dapat panggilan dari kantor pusat untuk mengikuti pelatihan, tulisannya sih diklat, asesor. Pelatihan, tulisannya sih diklat, ini sudah dilakukan oleh instansi saya selama dua tahun berturut-turut. Tahun kemarin yang berangkat adalah teman seruangan saya Anggi, bukan mbak Anggi yang ini. (Btw, karpos udah dateng belum ya Mama Zahir? Apa perlu kita samperin Paposnya?)

Keperluan dinas ini diadakan dalam rangka memenuhi administrasi Reformasi Birokrasi di Indonesia yang konon rupanya semua ASN (dulu PNS,red) akan diwajibkan menyandang jabtana fungsional tertentu, demi terciptanya hasil kinerja yang terukur sesuai kemajuan bangsa. (skip, aku pun ngga ngerti nulis apaan barusan). Kalau saya disuruh ikut diklat assesor berarti kedepannya saya akan menjadi jafung (jabatan fungsional, red) assesor dong.... Hmmmmm..... Mari bersama-sama cubit-cubit dagu sejenak.

Secara garis besar, seperti ini gambarannya : 
Jabatan Fungsional Assessor Sumber Daya Manusia Aparatur yang selanjutnya disebut Jabatan Fungsional Assessor adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan penilaian kompetensi manajerial; Jabatan fungsional Assessor termasuk dalam rumpun manajemen. Instansi pembina Jabatan Fungsional Assessor yaitu Badan Kepegawaian Negara. 

Gambaran di atas adalah pekerjaan yang saya pikir akan saya lakukan ketika dulu saya diterima jadi PNS di BPS ini. Sekarang ASN, bukan PNS lagi dink.... Kenyataan berkata lain, pekerjaan rutin yang saya lakukan jauh dari definisi di atas. Sekarang saya malah bingung karena pemanggilan kegiatan di atas. Mari kita runut rutin pekerjaan di Subbagian Kepegawaian dan Hukum, tempat saya biasa nongkrong sehari-hari.


JANUARI : Pemeriksaan usul kenaikan pangkat April, seprovinsi Lampung. 
FEBRUARI : Pemeriksaan SKP, Pengukuran dan PPK pegawai (dulu namanya DP3,red) 
MARET : Persiapan penerimaan mahasiswa baru STIS
APRIL : idem Maret, Persiapan Ujian Dinas, Pi, dan kawan-kawannya
MEI : Persiapan Ujian STIS, Persiapan SKS
JUNI :  Pemilihan KSK Berprestasi
JULI : Persiapan dan pemeriksaan usul kenaikan pangkat Oktober, seprovinsi
AGUSTUS : Persiapan dan pemeriksaan usul kenaikan pangkat Oktober, seprovinsi
 SEPTEMBER : Persiapan hari statistik
OKTOBER : Persiapan Ujian kompetensi Jafung statistisi
NOVEMBER : Laporan data kepegawaian
DESEMBER : Persiapan kegiatan kepegawaian tahun berikutnya.

Daftar di atas adalah pekerjaan utama di tiap bulannya, sedangkan rutin seperti kesekretariatan jafung statistisi, SK KGB, SK Kegiatan (yang ini bukan kerjaan saya sih), pelantikan, Permintaan surat cuti, izin belajar, surat tugas, rekap presensi, update simpeg, pemeriksaan bezetting dan DUK, dll. Jadi siapa bilang jadi PNS ASN itu kerjanya santai??? #kibasjilbab

Anyway, terkait pelatihan, tulisannya sih diklat, assesor yang akan saya jalani minggu depan, melihat pekerjaan yang saya lakukan rutin tiap bulannya,  membuat saya bertanya-tanya. Mungkinkah saya bisa mengumpulkan angka kredit dengan tepat (waktu dan sasaran)?
Biar waktu yang menjawab. Sekarang mari kita nikmati rehat sejenak dari rutinitas di atas yang kadang-kadang bikin otak mati kebosanan. 

XOXO,

  • Bandung here I come! 

Comments

  1. Replies
    1. ga janjiii... :P

      Hayuk ih ngeskrim, aku pegi nya masi tgal 12...

      Delete
  2. Karpos belum sampe juga dong..dong..dong...

    Ah, iya bener. Siapa bilang PNS santai? Tapi Alhamdulillah gak santai jadi insya Alloh gajinya berkah. Aamin ya Alloh...

    Oleh-oleh juga!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga janjiiii... :P

      Masih tgal 12 yew guys... Kalo ada leole ya setela tgal 17. Trus kapan ketemuan?

      Delete
    2. Iya, nih. Kapan ketemuan. Jangan jadi wacana aja ya gaeees...

      Delete
  3. Kok trainingnya ga di jogja? #halagh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kamu bangkrut om kalo nraktir saya, saya makannya banyak lho, ga percaya tanya kimi.. :P

      Delete
    2. Lhoo yg masih pegawai aktif lah yg ntraktir #lho :))

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!