Skip to main content

DAY 2 : HUTAKI, what is it mean anyway? Sounds so strange.

"Ada kartu membernya, Bu?"
"Ada."
"Atas nama... Lux... Luxmaning Hutaki?"
"Yes."
"Orang mana Bu? Namanya nggak biasa."
Orang-aring, mbak (bicara dalam hati)
"Jawa."
"Namanya nggak biasa, Bu."/"Namanya aneh, Mbak."/"Namanya Lucu ya."

Itu adalah percakapan biasa yang saya lakukan di kasir apapun yang meminta kartu anggota tokonya.
Yes, nama tengah saya memang aneh. Kata Papa, tadinya nama saya cuma Luxmaning Widiastari. Lalu sepupu-sepupu saya memberikan nama tengah itu. Hutaki itu akronim. Hari Ulang TAhun Kemerdekaan Indonesia. PADAHAL ya saya lahirnya sehari sebelum itu.  Jaman kuliah,  saya menemukan teman yang namanya mirip. Salah satunya kakak kelas yang nama tengahnya HUTASARI, akronim dari kata-kata yang kurang lebih sama. Tapi dia PAS tanggal 17 lho lahirnya! Makasih lho mbak-mbak-ku... 

Saya jarang dilupakan orang karena nama tengah. Kadang-kadang nama depan juga sih. Orang Endonesa ngasih nama anak pake X itu  nggak lumrah, kecuali nama anaknya Alex (baik Alexa atau Alexander). Kalau reunian, saya salaman sama orang akan menyebutkan nama saya dan bertanya kabar, sedangkan saya hanya bertanya kabar, karena saya lupa nama yang negur itu siapa. Ya maaf kalau lupa...
Kelompok manapun yang saya ikuti, nama saya tiada duanya. Mencari di mesin Google pun, dulu (2004), yang punya nama Hutaki cuma 2 di dunia, saya dan seorang cowok di Jepang. he-he-he.
Terima kasih lagi lho mbak-mbak...

Terus, saya baru tau dari situs ini. Hutaki itu ada di dalam bahasa Swahili, bahasanya orang-orang Afrika Timur. Dalam bahasa mereka, itu artinya 'apa yang tidak kalian inginkan?'

Ketidakbahagiaan dunia dan akherat.

XOXO.

Comments

  1. I like your name. Namanya beda. Gak kayak namaku yang pasaran banget itu. Hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah nama belakang anakku pasaran banget, ALIKA. Berarti, pe-er buatmu nanti kalo punya anak, apa nama anaknya biar nggak pasaran ;)

      Delete
    2. Oh. Saya sudah nemu nama buat calon anak saya nanti sejak bertahun-tahun yang lalu kok. :P

      Delete
  2. Kirain itu bukan nama asli dan dirimu turunan jepang gitu, ternyata sejarahnya keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes, nama aseli domz, trus ya itu salah satu pertanyaan juga sebenernya "Orang Jepang ya mbak?"/"ada turunan jepang ya mbak?" gitu-gitu deh... hahaha.

      Delete
  3. Baru tahu kepanjangan nama Hutaki. Hehehe, kirain dulu juga ada keturunan Jepang >,<

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!