Skip to main content

DAY 4 : KAPASITAS

Menurut KBBI Daring :


inteligensi/in·te·li·gen·si/ /inteligénsi/ n Psi daya reaksi atau penyesuaian yang cepat dan tepat, baik secara fisik maupun mental, terhadap pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki siap untuk dipakai apabila dihadapkan pada fakta atau kondisi baru; kecerdasan.

Sedangkan pengertian dari berbagai ahli adalah sebagai berikut (dari berbagai sumber) :

David Wechler dalam buku Dr. Sarlito Wirawan adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.

Menurut Alfred Binet Intellegence ; “Comprehension, invention, direction and criticism, intellegence is contained in these four words”.
(intelegensi : memahami, berpendapat, mengontrol dan mengkritik, intelegensi menurut empat perkataan ini).

Nah, nah, dari segi ahli cukup dua itu saja, karena kedua ahli tersebut adalah pelopor tes intelegensi yang banyak dikembangkan saat ini.

Sebenernya saya nggak tau mau bahas apa dengan mengangkat tema ini di hari keempat saya mengikuti tantangan 30 hari  menulis blog. Siapa tau om ini mau ngasih bukunya yang lagi di-kuis-kan di blognya dia. Ha-ha-ha. *you wish*

Intelejensi identik dengan kecerdasan. 'Secerdas apa sih kamu?' Bukan, se-intelegensi apa sih kamu? Kalau, 'berpendidikan kok nggak punya intelejensi!'~ ini lain lagi. Pakai J atau pakai G terserah aja sih, tapi kalau kata KBBI sih pakai G. He-he-he. Mari, kembali ke pertanyaan sebelumnya.

Secerdas apa sih kamu?
Cerdas menurut saya sih bukan ketika saya bisa menyelesaikan persamaan integral tingkat 4 (itu lho, yang cacingnya berdiri ada 3 atau 4 buah trus disusul angka-angka) atau menciptakan sebuah pintu kemana saja (oh, cuma Doraemon dan Dorami yang punya). Cerdas menurut saya adalah mengenai kapasitas dan antisipasi. Pengalaman dan adaptasi. Saya kenal beberapa orang yang cerdas, si itu, si ini, si anu, mbak yang itu, mas yang ini. Iya, nggak saya tag orangnya, nanti saya dosa bikin mereka mengalami kemungkinan riya, walaupun mereka mungkin bukan orang yang riya. Saya mengagumi mereka. Saya belajar dari mereka.

Saya, dulu, orang yang 'ramah' (kalau nggak mau dibilang ceriwis, ha-ha-ha), siapa saja ditegur, dari jaman masih batita sampai usia kapan saya lupa. Kemudian orang-orang mulai berkata "Kirain kamu itu orangnya judes lho!", ha! disitulah saya merasa saya memang berubah.
Apa yang membuat saya berubah? Semenjak saya belajar disini, Saya ingin menjadi orang yang bisa menempatkan diri dalam situasi orang lain. Sehingganya saya nggak semerta-merta menjadi orang yang bubbly seperti dulu. Dulu saya cengengesan ketemu siapa saja, sekarang saya memilih senyum seperlunya. Seperlunya melihat mood dan kondisi lawan bicara saya. Waktu baru pertama masuk kerja sempet jadi bubbly, terus malah mengalami kejadian nggak enak sama ibu-ibu senior di kantor. Alhasil, balik lagi ke mode 'judes'.

Ketika masih newbie, saya banyak mengeluh kerja disini. Soalnya sangat nggak sesuai sama perilmuan saya. Ketika saya mulai pasrah dan berserah *tsah bahasa*, ilmu saya malah terpakai. Ya untuk menghadapi rekan kantor dengan 1001 macam karakter dan 1001 macam permasalahan kali 2 atau 3 di waktu-waktu ekstrim (pas bulan-bulan naik pangkat, atau ujian-ujian kompetensi), ya untuk mengelola diri sendiri juga. Biar nggak burn out utamanya. Intelegensi yang saya miliki sampai saat ini membantu saya untuk bertahan dan melalui keseharian saya rutin tapi turun naik kayak rollercoaster di taman bermain.

Saya terus belajar dengan kapasitas yang saya miliki untuk terus bekerja sesuai tugas yang diberikan kepada saya (walau kadang membosankan berhari-hari). Bukan berarti kapasitas saya segitu-segitu saja. Kantor saya pun mengalami perubahan, dan saya merasa perlu untuk meningkatkan kapasitas saya untuk menjawab tantangan perubahan dari kantor saya. Jadi, tolong, beasiswa mana beasiswa?

#randompakebanget
XOXO

Comments

  1. *baca dari atas ke bawah,lalu ulang lagi dari atas ke bawah.. menarik napas..

    yg pertama,saya ga tau kalo jawaban kuis dibikin beneran dalam bentuk postingan,jadinya saya merasa bersalah karena bukunya sdh dikirimkan pd penjawab kuis di blog,nanti saya kirim buku yg lain deh, kirim alamatnyajika berkenan yaa

    yg kedua,soal beasiswa yg gampang ikutan dr pusbindiklatren.bappenas, syaratnya jg ga begitu berat, atau dr LPDP yg memang beasiswanya lebih gede dr bappenas,atau dr mana ssaja saya doain sukses deh

    yg ketiga,soal kantor yaudahlah,org2 yg ga bikin ga enak itu pada dasarnya ga ngerti kalo hidup itu tak sekedar rutinitas dlldsb dst

    yg ke empat, komen aing loba pisan, atos lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang pertama, om warm mau ngasih buku yang satu paket ya! :P ahahaha.. asiiiikkkk

      yang kedua, di instansi saya, sangaaaaaattttt jarang izin keluar untuk beasiswa mandiri, atau seenggaknya untuk jurusan saya... #disitusayamerasasedih

      yang ketiga, yah namanya kerjaan kepegawaian mah ga ada habisnya, ngga selese sekarang yang besok, ngga minggu ini ya mggu depan... hehehehe

      Delete
    2. jawaban utk yg pertama : seandainya saya sebaik itu, seandainya lho yaaaa haduh apa sih saya ini

      respon utk yg kedua : instansimu aneh, yaudah cari beasiswa laah

      untuk yg ketiga : begitulaaah, taoi kan kan kan

      Delete
  2. Yaaah... Lulu gak menang kuis. Yaaaah... Om Warm parah beudh. Yaaaah... *kompor*

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti buku yang mau dikirim ke saya kim, satu paket!

      Delete
    2. utk Kimi: saya kan ga tau Kim kalau beliaunya ini mau nulis di blog, coba kasih tau saya sedari dulu kala kan saya bisa nganu ah

      utk fussythought : iya mungkin bisa dipikirkan, satu paket Kho ping Hoo, etapi itu jilidannya juga banyak, saya jd bingung #lho

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!