Skip to main content

DAY 8 : 2017

Saya telat.  Telat 3 bulan.  Eh,  bukan.
Saya telat untuk ikut-ikutan buat resolusi tahun 2017. Sebenernya saya nggak pernah bisa memenuhi semua target-target yang saya buat dari dulu. Etapi nggak semuanya juga.  Misalnya buat 5 target,  yang tercapai 2 atau 3 saja.  Seperti tahun lalu, saya buat target 2 saja.  Keduanya hampir terpenuhi namun harus gagal di akhir tahun.  Yang pertama,  saya berhasil nggak baperan, kecuali kalo nonton korea,  itu juga baper lebih karena heran dengan twist ceritanya.  Yang kedua,  antara sekolah atau punya anak lagi. Saya putuskan untuk punya anak yang akhirnya nggak jadi.  #brebesmili

Apa yang saya alami di akhir tahun lalu membuat saya baper akut sekarang.  Pengennya sih nggak baperan, tapi gimana ya,  namanya hati emak-emak sih ngga bisa ngelawan dorongan rindu...
Awal tahun yang penuh kebaperan,  mulai bangun tidur sampai saya tidur lagi baper muluuuu....  Pengen ini itu nggak boleh atau ngga bisa, jadi baper.  Inget ini itu, jadi baper.  Kejadian ini itu, baper juga.  Kapanlah saya nggak bapernya bulan ini?  Isi postingan aja baperan semua....  😂😂😂

Saya bukan orang yang tahun baruan,  mending tidur sambil tutupan bantal (efek mercon).  Saya nggak merayakan tahun baruan yang ditentukan dengan latar cerita yang setelah saya pelajari nggak sesuai sama keyakinan saya. Jadi saya nggak menentukan apa-apa.  Kalaupun menentukan apa-apa, menunggu bulan September saja. Tahun barunya tertanggal disitu sih...

Tahun baru identik sama resolusi,  perubahan,  perbaikan,  atau kata apapun yang bisa menggambarkan pergerakan. Atau bisa juga tahun baru itu banyak dianggap sebagai waktu yang tepat mengawali sesuatu.  Pindah rumah,  pindah kerja, menikah, melahirkan (bisa), atau pindah pasangan (bisaaaa). Alasannya klise,  gampang ingatnya, awal tahun.

Yang saya heran,  mengapa semua yang berbau pergerakan itu, apalagi yang bunyi dan tujuannya positif harus menunggu tahun baru. Mengapa tidak dimulai dari sekarang ketika kita menentukan tujuan/keinginan tersebut? Kecuali yang dicita-citakan itu merugikan orang lain (dan diri sendiri tentunya). Misal,  saya mau belajar nyetir mobil ah, supaya bisa bantu-bantu mamah dagang di pasar, tapi tahun depan saja. Ini positif kan? Walaupun ngga punya mobil,  belajar nyetir di rental kan disediakan mobil. *tapi kan mahal* Ya nunggu punya mobil juga butuh biaya yang ngga sedikit to?  Misal lagi,  gue harus bisa punya motor buat nggaya kayak temen-temen di sekolah.  Ini positif apa negatif?  Negatif lah kata saya mah!  Ada alasan kenapa anak-anak remaja tidak boleh berkendara sembarangan sebelum umurnya dewasa.  Selain membahayakan orang lain, yang paling bahaya ya membahayakan masa depan sendiri kan...  Misal lagi,  aku mau jadi orang yang lebih baik, mau bersedekah lebih sering, mau menegur teman-temanku lebih sering biar ngga diomong sombong, mau memijat kaki ibuku tiap malam, mau rajin solat duha, mau merutinkan qiyamul lail, mau ngerutin tilawah. LAKUKAN SEKARANG!  Kenapa harus menunggu tahun depan? Belum tentu umur kita sampai di tahun depan. Betul? Betul? Betul?

Itulah mengapa saya nggak mau mengikuti filosofi resolusi tahun baru.

XOXO,
Have a nice afternoon.

Comments

  1. Buat gaya-gayaan, Lu. Biar kekinian. Halah.

    ReplyDelete
  2. Saya ga pernah berani bikin resolusi, saya kan pemalu..

    ReplyDelete
  3. Kalau aku, biasanya ganti resolusi tiap Senin, Lu...Biar apa? Biar banyak hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak kerja aja, masuk tiap Senin, eh tapi iya juga yaaa... Hahaha.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!