Skip to main content

DAY 17 : BULLET YOUR DAY

Saya mau melanjutkan kegiatan 30 hari menulis blog saya, demi diri saya sendiri yang sudah bertekad untuk memulai ketika Kimi nyuruh saya ikut-ikutan.

Sehari ini saya SUPER EXCITED. Mengapa? Mari kita mulai.

Hari ini saya bangun subuh, kemudian solat, abis solat periksa ulang bawaan, mau keluar kota soalnya. Terus si bocil bangun, usel-usel. *halah* Mandi, siap-siap, mandiin bocil, nyiapin bocil, sarapan terus berangkat ke bandara. *mau kemana sih mbak?*

BANDUNG!!!

Hahahahahaha.

Ya! Se-excited itulah saya untuk kembali ke kota yang aduhai bikin kangen. Segitu hebatnya otak ciptaan Allah ini memanggil kembali seluruh memori menyenangkan di sana hanya dengan mengingat satu kata, Bandung. Demi apa.... *demikian dan terima kasih*

Seribu wanti-wanti sudah dipersiapkan supaya si Bocil ngga mengeluarkan jurus tangisan ala-ala drama koreanya. Seribu pesan sudah disebutkan kepada ayahnya terkait kebutuhan-kebutuhan si Bocil yang ngga sempat terbeli. Seribu doa sudah dipanjatkan untuk kesejahteraan si Bocil selama saya tinggal dinas luar. Ngga tanggung-tanggung, seminggu! Untuk keperluan diklat asesor yang pernah saya ceritakan disini.

Sampai di bandara Radin Inten II, subhanallah, majunya... kerennya... hahaha. Norak, iya saya tau, tapi saya kan jarang-jarang jalan ke arah sini. Kalau pak Miswa sih setiap minggu lewat sini... Maafkan saya yang norak ya, Pak! Saya sungguh niat ngga mau tertinggal pesawat lagi. Terakhir kali saya dinas luar, saya ketinggalan pesawat, dan chargenya lumayan, bisa beli tiket baru, sedih banget. 8.30 sampai di Cengkareng, lewat Terminal 3, dan lagi-lagi wow! Terminal 3 yang sempet viral karena buat macet dan lain-lain itu setelah jadi keren banget, dan ngga jauh lagi dari gerbang utamanya. Asik bangetlah ya, tinggal nunggu isinya penuh aja sama vendor-vendor *vendoooorrrr* kece kayak Periplus dan kawan-kawan toko buku lainnya. #eh #salfok
potonya kawan saya si Ningrum

minjem disini

Sampai di Cengkareng pengennya cepet-cepet ke Bandung, biar bisa maaaaiiinnnnn.....!!! *hahaha, ketauan niat sesungguhnya* Ternyata shuttle travelnya ngga ada yang sesegera mungkin untuk berangkat. Yang akhirnya saya pikir, yasudahlah ya, sekalian menunggu teman-teman dari daerah lain untuk barengan ke Bandungnya. Ihiiirrrr dan ngga salah menunggu mereka, mereka keren! Bergantian perwakilan Sumut, Bengkulu, dan Sumsel datang dengan selang waktu masing-masing setengah jam. Ya, ya, saya ngga suka lama menunggu seperti itu memang, tapi gimana dong? Kan travelnya juga masih siang banget jalannya. Makan siang sama mereka, saling bertukar cerita dan informasi di BPS masing-masing. Lucu-lucu dan seru-seru dan aneh-aneh memang pegawai BPS itu. Hahaha.

12.30 kita berangkat ke Bandung, dan saya segera tertidur di travel. Yes, ini kebiasaan jelek memang, begitu naik kendaraan umum bisa langsung jadi sleeping beauty freaky. Tapi di tengah perjalanan saya terbangun, hujan deras sodarah-sodarah dengan angin yang, Masya Allah kencangnya! Teuteup, excitement saya ngga berkurang, malah ingatan-ingatan itu semakin jelas terpampang nyata dalam benak saya. #eaaa

Di kendaraan saya tidak lupa mengabari teman-teman di Bandung, bertanya ini itu, dan lain-lain, dan lain-lain. Eh, liat di GMaps tinggal sekilo lagi masuk gerbang Tol Pasteur, YEEEAAAAYYYYY!!!! BANDUNG!!! Saya niat mau poto poster di BTC sebelah pintu tol yang tulisannya "Shopping is cheaper than psychologyst", dan ternyata sudah tidak ada! *yaeyalah, itu sepuluh tahun lalu kali buk...* Batal deh! Dan disitu travelnya kena macet. Setengah jam. Cuma buat dari gerbang tol sampai kira-kira depan BTC tadi. Demi apa..... Tapi excitement saya masih tinggi. Lalu niat lagi mau memoto jembatan pasupati. Ngga jadi. Ternyata ngga lewat jalur yang bisa lihat Pasupati full cakep buat dipotoin dan jadi bukti udah ngeBandung lagi. Nunduk lagi kepalanya. Sedih. Hahaha. Begitu masuk Dipati Ukur excited lagi, dan terheran-heran, wow kaka wow. RAME BANGET!!! Sampai-sampai saya berpikir, dulu ngga seramai ini deh... *buk, buk, sepuluh tahun buk...* Tahun 2013 awal kesini ngga begini-begini amat deh... Kok macet banget... Kok isinya kendaraan pribadi semua... kok, kok, kok, kok, kok lainnya yang menyebabkan excitement saya menurun perlahan tapi pasti....

Kita naik Cititrans, rekomended kalau punya duit, bawaan banyak, dan males ribet. Sampai di pool CT, kita minta cariin taksi sama abah-abah pakir disitu. Karena sejauh mata memandang saya ngga melihat ada taksi, padahal kata kawan saya, disana banyak taksi mangkal. *ya ampun, padet banget ini , mau mangkal dimana coba???* Ngobrol lah dengan bapak supir taksinya, betapa Bandung sekarang sudah berubah rasa, rasa Jakarta katanya, apalagi di akhir pekan. Dan ini hari Minggu. Sampai betapa sukanya pak walkot yang sekarang dengan hal-hal yang namanya taman. Dan keberadaan taman-taman ini membuat beberapa tempat menjadi tambah macet. #nahloh

Sampai sini excitement saya sudah berkuraaaaaaannnnggggg banget. Masak dari DU ke Hegarmanah, yang dulu paling cuma 10-15 menit pakai angkot, sekarang 50 menit pakai taksi. Oh yes, itu hari Minggu memang. Tapi teuteup aja, ini Bandung lho, bukan Jakarta! Hahahaha. Begitu terheran-herannya saya, sampai-sampai teman seperjalanan saya menilai saya sebagai orang yang ngga pernah kena macet dan berangkat ke kantor mepet injury time. Mepet injury time sih bener, tapi di Lampung juga macet Pak, apalagi jam masuk-keluar sekolah, pergi-pulang jam kerja. #hadeuh

Sampai hotel pukul tujuh belas lebih sedikit. Dan niat saya untuk langsung ke Ciwalk (deket, cyin...) langsung menguap melihat mengularnya kendaraan ke arah sana. Hahahahaha. #demiapa

Setelah solat Magrib, saya dan kawan-kawan seperjalanan yang tadi siang mau nyari makan, yang terdekat, ngga pakai macet, sekaligus tempatnya oke. Pilihan jatuh ke Rumah Mode. Seumur-umur saya di Bandung saya baru sekali kesitu, dan cuma numpang nganter orang itu geh.. Baru sekali ini saya masuk dan melihat-lihat dan mengeluarkan uang di sini. Makan disini mengingatkan saya kepada lagu terkenal berikut : jagalah hati jangan banyak lirik-lirik... jagalah dompet kalau lihat barang lucu....  Termasuk memilih tempat makan kuliner.
Excitement saya sedikit-sedikit mulai tumbuh kembali seiring kelelahan macet tadi terobati. #ohyeah

Balik ke hotel, kita jalan kaki lagi. Deket cyin... 5 menit jalan dari Hotel Grand Serela. Terus mampir Setiabudi Mart buat beli air mineral. Eh, ada Periplusnya dong! Hahay.... *langsung ijo matanya liat toko buku* Sampai di hotel, ternyata si Bocil video call, ealah, jebule mewek, si Bubun disuruh pulang, ah kan, dramaaaaaa..... Hix. Jadi kangen Bocil. Coba tadi baju tidurnya dibawa ya, kan wangi-wangi-asyem-gimanaaaa gitu baunya Bocil teh.... #emakgalau


excited? VERY!!! Darisini
Kemudian untuk menghibur hati yang lara, saya membuat postingan ini untuk menuangkan emosi saya sambil jalan-jalan di instagram, eh nemu buku pop-up Harry Potter! DEMI APAAAAA!!! Excitement saya seketika naik dengan drastis. Seketika tujuan saya menjadi jelas. Saya. Harus. Berburu. Buku. Ini. Di. Bandung. Doakan saya ya!!!






XOXO,
sekian dari saya, kesimpulannya adalah, hari ini saya mengalami excitement turbulence yang warbyatsah.

Comments

  1. 12.30 kita berangkat ke Bandung, dan saya segera tertidur di travel.

    Kita??? Elu aja kali sama teman-teman elu. *dicubit Lulu*

    Btw, kenapa gak naik pesawat yang langsung ke Bandung aja? Kan lebih cepat sampe. Lebih murah juga kayaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, ada inspeksi dadakan dari mbak Kimi!!!!

      *nyumpuuuuuttttttt!!!!*

      Ngga dikasih cyiiinnn TT

      Delete
  2. Ditunggu cerita bandungnya 😬

    ReplyDelete
  3. AAAAH...Aku baca ini pun ikutan excited. Tahun kemarin ke Bandung pun sudah macet banget banget. Tapi tetep aja bikin kangen...ditunggu cerita yang lainnya tentang Bandung, Lu!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemaren ngga kesampean ke jetinenjer mbaaakkk.... heuheuheu

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!