Skip to main content

KOMIK : BLACK BUTLER 24

Dari deretan komik yang sedang saya baca, untuk genre misteri, saya sangat merekomendasikan judul ini Black Butler atau dalam bahasa Jepang Kuroshitsuji. Dan di volume 24 saya menemukan ini :

"Tempat-tempat ibadah dihancurkan untuk mematahkan keyakinan seseorang selama perang agama berlangsung. Tapi gedung-gedung itu hanyalah sebuah simbol pemujaan. Dan kehancuran itu hanya bersifat sementara. Besar kemungkinan hal tersebut malah akan meningkatkan antusiasme masyarakat. Semakin dihentikan emosi mereka akan semakin terbakar. Manusia adalah makhluk seperti itu kan?"

Ada dua sisi saya melihatnya, bagi si pemilik tempat ibadah pasti merasa terluka dan marah. Dan bagi orang-orang di luar, selain penyerang atau pemberangusnya, akan timbul pertanyaan-pertanyaan "Memang apa sih yang terjadi? Mereka itu siapa? Mengapa mereka diperlakukan seperti itu?". Pertanyaan-pertanyaan ini jawabannya bisa menimbulkan empati dan simpati, bisa juga menimbulkan antipati.

Ini mirip-mirip dengan kondisi Islam sekarang yang sedang dideskriditkan dimana-mana. Yang korup itu Islam. Yang ngebom itu Islam. Yang pakai bom di Syiria itu Islam. Yet, jumlah muslim di seluruh dunia terus bertambah. Mengapa? Mungkin orang-orang  itu bertanya pada orang yang tepat, atau membaca sumber yang tepat.

XOXO,
"Jangan lihat contoh dari sesama muslim, lihatlah perilaku Rosulullah SAW dan bacalah Al-Quran. Itulah Islam.", kata Dr. Zakir Naik di setiap ceramahnya.

Comments

  1. Melihat akibat sebuah peristiwa dari sisi yang berbeda itu mengingatkan saya pada salah satu bagian buku Why Men Rebel karya Robert Gurr..
    apalagi soal keyakinan ya

    ReplyDelete
  2. Oiya ini tampilan mobile template blognya kok keren

    ReplyDelete
  3. Wah tampilan blog-nya berganti! Mobile friendly, ya. Tapi dibuka di PC pun masih cukup gemas, hahaha.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sudah 23 Masih Belum Bisa Menyetrika (Dengan Baik)

Kemarin umur saya bertambah, jadi 23. Usia pantas menikah untuk perempuan. Katanya orang-orang tua sih....:D


Saya memulai hari kemarin dengan hampir tidak tidur pada waktu dini hari. Kemudian hampir kesiangan untuk sahur. Sampai akhirnya hampir tidak melakukan apa-apa seharian. Usia 23 ini saya rasakan adalah usia yang sama seperti kata HAMPIR ini. Kalau orang bilang usia 23 itu usia yang matang untuk wanita dewasa, saya lebih memilih menuju atau hampir matang dengan menyelesaikan tugas perkembangan saya satu-persatu. Kalau ada yang bilang usia 23 ini wanita seharusnya sudah bisa hidup mandiri, saya hampir bisa, tinggal cari pendapatan tetap untuk menggenapi seluruh biaya hidup mandirinya. Kalau ada yang bilang usia 23 itu sudah sepantasnya menikah, sedangkan saya hampir belum merasa ingin menikah. :D


Setelah solat subuh dan mengaji, saya memutuskan untuk tidur lagi karena malamnya saya baru tidur sebentar. Saya bangun sekitar jam 9 kalau tidak salah. Kemudian saya lanjutkan gogoleran s…

[REVIEW] SATU MATA PANAH PADA KOMPAS YANG BUTA

Setelah review ngga niat kemaren, hahahaha, karena intinya cuma pengen nulis sesuatu tentang Cinder yang aduhai ngga nahan keren gitu karakternya tapi ntah mau nulis apa juga ga paham, sekarang saya membawa satu buku yang saya dapat secara gratisan. Semoga reviewnya ngga kalah sama yang sebelumnya. Hahahaha-lagi.

Judul : Satu Mata Panah Pada Kompas Yang Buta
Penulis : Suarcani
Penerbit : Jendela O Publishing House
Jumlah halaman : 224
Waktu menyelesaikan : 2 siang.
Asal : Dikirimin Mbak Anggi.
Blurb : Kompasmu, apakah kamu memperhatikannya? Ada dua arah di sana. Utara dan Selatan. Sama halnya seperti matamu sendiri, arah itu akan menyelamatkanmu dari kesesatan. Tapi, kompas milikku buta. Tidak ada utara selatan dalam hidupku, semua hanyut dalam ketakutan dan masa lalu. Lima belas tahun penjara mencuri jarum kompasku dan setelah bebas, aku pun masih belum tahu ke mana arah hidupku. Aku pembunuh, korban hasrat yang menyimpang. Dunia luar menungguku, berpura-pura menyambutku dengan semar…