Skip to main content

[REVIEW] : THE LUNAR CHRONICLE; CINDER

Pertama-tama, saya ngga punya foto bukunya. Bukunya saya punya. Jadi silakan googling sendiri bentuk bukunya seperti apa.
Entah mengapa, saya ini senang moto-moto, tapi hasilnya ngga bagus, seenggaknya bikin ngga pede, jadi males. *apa coba?* Termasuk Cinder ini, saya punya fotonya, disandingkan sama boneka Cinderella punya si Bocil dan komik lawas Sailormoon saya. Tapi.... ah sudahlah....

JUDUL : CINDER, THE LUNAR CHRONICLES
Pengarang : Marissa Meyer
Penerbit : Spring, kloningan Penerbit Haru spesialisasi cerita dari belahan dunia barat.
Jumlah halaman : 376
Tahun terbit : 2016
 
BLURB :
Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkara, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Cinder, seorang cyborg, adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudari tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

KATA SAYA :
Seperti sebelum-sebelumnya, spoiler alerts. Lanjutkan dengan resiko sendiri ya pembaca budiman yang belum membaca Cinder.

Segala sesuatu di buku ini terkait dua hal paling saya suka dari masa kecil saya, Cinderella dan Sailormoon. Tokoh dan cerita buku ini seperti reinkarnasi dari kedua cerita yang ngga ada hubungannya sama sekali. Keberadaan penokohan yang sangat familiar dengan jalan cerita yang nyaris sama dengan cerita distopian lainnya ini tetap bisa menawan hati saya. Mengapa? Karena oh karena, keren! Keren karena Marissa Meyer bisa banget menyatukan Cinderella dan Usagi menjadi sebuah tokoh yang kalau kata saya berlaku sesuai dengan situasi dan kondisi yang saya inginkan. Bahkan ketika si tokoh berada di klimaks kejadian pun, yang terjadi bukan kemenangan atau kebangkitan atau perasaan terbebaskan, tapi perasaan kesedihan dan kebingungan.

Cinder Linh (Linh ini marganya, keren kan plesetan namanya) ini seorang gadis cyborg, kakinya separuh sudah mesin. Dia tinggal bersama keluarga angkatnya dan sebuah android yang selalu menemaninya ketika dia jaga toko di pasar. Keluarga angkatnya ada ayah tiri yang sudah meninggal (seperti cerita Cinderella) segera setelah mengadopsi Cinder, sehingga Cinder harus tinggal bersama ibu tiri dan kedua saudari tirinya, Pearl dan Peony. Peony ini baik sama Cinder (inget Ever After-Drew Barrymore? Film adaptasi Cinderella terbaik menurutku). Gadis-gadis ini memuja pangeran Kaito, yang penggambaran fisiknya agak mirip Mamoru Chiba dicampur Kai EXO (well, googling ya guys...). Ralat semua gadis di negeri ini memuja Pangeran Kai. Kecuali Cinder, sampai dia bertemu sendiri dengan si beliaunya di pasar karena Kai butuh  sang mekanik handal untuk memperbaiki robot pengasuhnya. Cinder terpesona dong, yes, dan dia sebisa mungkin menyembunyikan kondisinya yang sedang tidak berkaki saat itu. Kakinya sedang 'dibeli', ingat? Cinder itu Cyborg. Nah masalahnya, Cyborg juga dianggap sesuatu yang rendah dan menjijikkan, sehingga Cinder memutuskan Kai ngga boleh tau kalau dia cyborg. Konflik pertama.
Kemudian, ada wabah ini, Letumosis. Tidak tau sebabnya apa, apa obatnya, setiap orang bisa saja terkena. Awalnya hanya noda gelap di kulit kemudian daya tahan tubuh akan menurun drastis sampai meninggal. Pihak kerajaan berusaha keras mencari solusinya, terlebih lagi Sang Kaisar juga menderita Letumosis ini. Singkat cerita, Peony terkena Letumosis ketika sedang main dengan Cinder. Peony dibawa ke karantina. Keluarganya menyalahkan Cinder dan mengirimkan Cinder untuk dikirimkan menjadi relawan untuk kerajaan. Konon kabarnya, kerajaan mencari cyborg-cyborg yang hampir tidak berguna untuk dijadikan kelinci percobaan demi menemukan obat Letumosis. Cinder ngga mau dong, dia berontak dan ketika perawat android mau membawanya paksa, Cinder menonaktifkan dirinya sendiri. Sampai sini saya ingat, saya bacanya nahan napas. Hahaha.
Cinder dibawa ke lab kerajaan dan bertemu dengan dokter Erland (yang mengingat saya pada Prof Haru Tomoe di cerita Sailormoon). Cinder ini galak, bawaannya kunci inggris. Namun akhirnya dia setuju untuk menjadi bahan penelitian dokter Erland setelah dokter Erland berjanji bahwa adiknyalah yang akan diobati duluan, setelah Kaisar tentunya. Disinilah Cinder bertemu lagi dengan Kai. Dan identitas Cinder sebagai bahan penelitian, dan juga cyborg, menjadi rahasia hanya diantara Cinder dan dokter Erland. Kai hanya tau kalau Cinder datang untuk memperbaiki android perawat kerjaan. So, apakah Cinder bisa menghasilkan obat Letumosis ini? *kedipkedip, senyum manis*
Pangeran Kai, disamping sedang disibukkan mencari obat Letumosis, juga disibukkan oleh ancaman-ancaman invasi dari orang-orang kerajaan Bulan. Ratu Levana adalah penguasa kerajaan Bulan yang paling ditakuti karena mendapatkan kekuasaannya dengan cara-cara mengerikan. Levana ngga segan untuk membunuh, membuang, melenyapkan siapapun yang menghalangi dia naik tahta, termasuk Ratu sebelumnya yaitu kakaknya sendiri. Heu. Sadis deh pokoknya! (ingat Queen Veril? Saya terbayang QV kalau ada bagian Levananya, cuma dibalik, dulu QV di Bumi, sekarang di Bulan) Levana memiliki kekuatan bisa mengendalikan pikiran orang lain menjadi apapun yang dia mau. Kasihan bagaimana Kai harus menancapkan kukunya sendiri ketika meremas tangannya supaya setidaknya dia bisa menjaga sedikit kewarasan supaya tidak terpengaruh ketika sedang berada bersama Levana. Apalagi Levana menawarkan obat serum Letumosis.
Peran Cinder disini hanya sebagai teman ngobrol Kai, ngga lebih. Kai sendiri merasa Cinder adalah teman yang mau mendengarkan keluh kesahnya dan tertarik secara khusus kepada Cinder. Cinder sendiri berusaha untuk tidak tertarik kepada Kai (hellow? Kai EXO dan Mamoru Chiba? *mimisan*), apalagi dia sibuk dengan segala tes demi Peony dan memperbaiki android pengasuhnya sang Pangeran, juga status cyborgnya yang tidak boleh ketahuan, oh dan juga jaga toko karena dia dikembalikan ke keluarga angkatnya. Ketika memperbaiki android itulah dia menemukan informasi mengenai orang-orang Bulan yang ada di Bumi. Juga tidak sengaja melihat Levana ketika akan mengembalikan androidnya. Dan dia tidak terpengaruh oleh sihir sang Ratu. Cool, isn't it?
Kai berusaha membujuk Cinder untuk hadir di pesta dansa. Yang mana kita tahu, pastilah ngga akan dibolehkan datang sama mama tirinya. Cinder juga memutuskan tidak akan datang ke pesta dansa. (see? not common for heroine to reject the hero in the first place) Sampai dia menemukan informasi baru terkait pergerakan orang-orang Bulan yang akan menyerang Bumi. Dia harus menemukan Kai terkait keselamatannya sebagai seorang Kaisar. Cinder berangkat ke pesta dansa.
Lalu apa yang terjadi di pesta dansa? Sila cari tau sendiri. Hahaha.

It's not for love. It's not for love at the first sight. And It's not happily ever after.
Cerita fantasi yang benar-benar beda endingnya. Well, kalau buku ini berakhir happily ever after, pasti akan cuma kukasih 3 dari 5 bintang di Goodreads. Berhubung bagian akhirnya menggugah selera, mari kita naikkan ratingnya menjadi 4 dari 5. Oh, berhubung ceritanya adaptasi tapi eksekusi luar biasa, mari kita beri 5 dari 5. Setting, oke. Penokohan, oke. Alur cerita, oke, sejalan di awal dan di akhir. Humor, oke. Eksekusi twist dan bagian akhir, oke. Perasaan saya setelah membaca buku ini itu mirip seperti setelah saya menonton Witch's Curse (drakor yang diperankan Kim Sae Ron), kesel-kesel bahagia. Kekonsistensian ceritanya dapet banget. Buat saya, cerita fantasi distopian begini adalah konsistensi dari awal cerita ini dibangun, dan tanpa ada informasi baru yang terkesan dipaksakan untuk melanjutkan cerita. Justru, saya pengen baca lanjutannya karena apa yang di tulis di buku ini belum selesai sepenuhnya. Walaupun nanti di buku selanjutnya tokohnya sudah berbeda, tapi pasti cerita si Cinder ini berlanjut.

Sedikit catatan, Marissa Meyer ini penggemar berat Sailormoon dan Disney. Dia juga menulis fanfiction Sailormoon, yang mana sudah saya baca, dan saya sukaaaaaaaa banget! Cinderella kebetulan adalah buku bacaan anak-anak pertama saya, dan Sailormoon adalah pahlawan masa kecil saya sepanjang masa. So, buat penyuka kedua cerita tersebut, buku ini SANGAT DISARANKAN untuk dibaca, ataupun dikoleksi.
Sekian.


XOXO,
Usagi yang menjadi Cinderella.

Comments

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!