Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

DAY 22 : SEKOLAH 2.0

Ternyata saya masih punya hutang ya, tulisan lanjutan tentang cerita sekolah saya masih bersambung. Maka dari itu,  karena ini bulan yang baik, mari menggenapkan segala hutang agar lunas tak bersisa. Sampai dimana cerita kita kemarin?

[Di Esempe juga saya mengalami first love, seingat saya sih... Hahaha. Kalau crush alias gebetan sih banyak, secara baik kakak kelas dan teman seangkatan banyak banget yang kece-kece. Tapi saya sadar dia first love setelah far-far away dan kita terpisah kelas dan status. #eaaa ]

Sebelum ke jenjang selanjutnya, mungkin ada satu fakta nyata yang ngga bisa dipungkiri oleh saya dan (mungkin) teman-teman saya. Teman saya itu kebanyakan laki-laki. Teman perempuan saya kebanyakan yang tipenya imut dan berbadan kecil. Bisa dibilang saya ini tipe-tipe Makoto Kino yang diserial Sailormoon itu. Padahal saya pengennya jadi Ami atau Usagi sekalian... Mwahahahaha.
Ngga sopan ya menyebut diri sendiri keren kayak gitu...
Waktu esempe, saya ini termasuk otaku, temen-temen …

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

KEMBALI

Meeeennn....
Bulan Mei lewat begitu saja tanpa saya bisa menuliskan apapun.
Padahal sesungguhnya dari lubuk hati yang terdalam banyak yang ingin saya tulis.
Bulan Mei dahsyat, Men! Media Sosial sudah seperti ajang coldwar dari kubu manapun.

Antara pengen ngikutin, sama gerah, tapi teuteup dibaca.

Saya butuh sih informasinya. Seenggaknya melihat dunia bergerak dengan orang-orang yang terkotak-kotak buatan kotaknya sendiri itu.... mmmm.... menarik!
Kalau saya kotak yang mana?
Ah, saya mah gini-gini aja, lagi rajin jualan buku untuk bayi-bayi-batita-dan-balita, supaya Indonesia bisa lebih maju dan generasi penerusnya ngga hobi buat ngotak-ngotak-in orang.
Saya juga kadang ngotak-ngotak-in orang sih, beli di daerah Tanggamus, deket Kotaagung, biasanya sih nitip sama bulek saya yang tinggal di daerah sana. Enak banget loh otak-otak ikannya. #eh

Tapi saya sedih, kenapa agama saya banyak dicerca sama orang-orang yang ngga paham dan ngerti tentang agama saya. Kan go**** namanya! Padahal itu ka…

KOMIK : BLACK BUTLER 24

Dari deretan komik yang sedang saya baca, untuk genre misteri, saya sangat merekomendasikan judul ini Black Butler atau dalam bahasa Jepang Kuroshitsuji. Dan di volume 24 saya menemukan ini :

"Tempat-tempat ibadah dihancurkan untuk mematahkan keyakinan seseorang selama perang agama berlangsung. Tapi gedung-gedung itu hanyalah sebuah simbol pemujaan. Dan kehancuran itu hanya bersifat sementara. Besar kemungkinan hal tersebut malah akan meningkatkan antusiasme masyarakat. Semakin dihentikan emosi mereka akan semakin terbakar. Manusia adalah makhluk seperti itu kan?"

Ada dua sisi saya melihatnya, bagi si pemilik tempat ibadah pasti merasa terluka dan marah. Dan bagi orang-orang di luar, selain penyerang atau pemberangusnya, akan timbul pertanyaan-pertanyaan "Memang apa sih yang terjadi? Mereka itu siapa? Mengapa mereka diperlakukan seperti itu?". Pertanyaan-pertanyaan ini jawabannya bisa menimbulkan empati dan simpati, bisa juga menimbulkan antipati.

Ini mirip-mirip …

[REVIEW] SATU MATA PANAH PADA KOMPAS YANG BUTA

Setelah review ngga niat kemaren, hahahaha, karena intinya cuma pengen nulis sesuatu tentang Cinder yang aduhai ngga nahan keren gitu karakternya tapi ntah mau nulis apa juga ga paham, sekarang saya membawa satu buku yang saya dapat secara gratisan. Semoga reviewnya ngga kalah sama yang sebelumnya. Hahahaha-lagi.

Judul : Satu Mata Panah Pada Kompas Yang Buta
Penulis : Suarcani
Penerbit : Jendela O Publishing House
Jumlah halaman : 224
Waktu menyelesaikan : 2 siang.
Asal : Dikirimin Mbak Anggi.
Blurb : Kompasmu, apakah kamu memperhatikannya? Ada dua arah di sana. Utara dan Selatan. Sama halnya seperti matamu sendiri, arah itu akan menyelamatkanmu dari kesesatan. Tapi, kompas milikku buta. Tidak ada utara selatan dalam hidupku, semua hanyut dalam ketakutan dan masa lalu. Lima belas tahun penjara mencuri jarum kompasku dan setelah bebas, aku pun masih belum tahu ke mana arah hidupku. Aku pembunuh, korban hasrat yang menyimpang. Dunia luar menungguku, berpura-pura menyambutku dengan semar…

[REVIEW] : THE LUNAR CHRONICLE; CINDER

Pertama-tama, saya ngga punya foto bukunya. Bukunya saya punya. Jadi silakan googling sendiri bentuk bukunya seperti apa.
Entah mengapa, saya ini senang moto-moto, tapi hasilnya ngga bagus, seenggaknya bikin ngga pede, jadi males. *apa coba?* Termasuk Cinder ini, saya punya fotonya, disandingkan sama boneka Cinderella punya si Bocil dan komik lawas Sailormoon saya. Tapi.... ah sudahlah....

JUDUL : CINDER, THE LUNAR CHRONICLES
Pengarang : Marissa Meyer
Penerbit : Spring, kloningan Penerbit Haru spesialisasi cerita dari belahan dunia barat.
Jumlah halaman : 376
Tahun terbit : 2016

BLURB :
Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkara, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Cinder, seorang cyborg, adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudari tirinya. Suat…

KETIKA HAL-HAL MEMORABLE MENJADI SATU DI DALAM BUKU

PANJANG.
Iya judul yang saya buat panjang banget.
Intinya sih, saya baru saja selesai membaca Cinder dari Marissa Meyer.
Saya puas banget bacanya.
Sekian.

Hahahahahaha.


XOXO,
review menyusul gaes....
udah sore, mau pulang ngantor dulu.
Teaser foto sebagai berikut.



DAY 21 : 5 GUYS WHOM YOU FIND ATTRACTIVE

5 laki-laki yang saya anggap menarik. Hum... Kayaknya cuma 1 deh, Pak Miswa.
#eaaa

Nah maka dari itu, mari kita buat postingan ini dengan tujuan zina mata.
#eaaalagi

5 aktor Korea Selatan yang ngga bisa dilewatkan untuk ditonton. Ini dia!

1. Jo In Sung


2. Park Hae Jin


3. Kim Wo Bin





4. Ji Soo


5. Nam Joo Hyuk


6. Ji Chang Wook


7. Song Jong Ki




8. Lee Seung Gi



9. Lee Je Hoon


10. Ryu Jun Yeol


Terus adaaaaaa.......
Lee Hyuk Jae!
Bukan aktor sih... tapi tapi... ganteng!




Poto dari berbagai sumber, dan kredit untuk yang punya poto. Hehehe.


XOXO,
Oh, dan jangan lupa tiup lilin....


DAY 20 : WEIRD TRAITS YOU HAVE

Traits disini maksudnya kebiasaan atau sifat?
Sebenarnya saya mulai bingung mau melanjutkan 30 hari menulis blog ini. Hahaha. Maafkan saya ya wahai pembaca yang budiman. Saya akan berusaha semampu saya untuk meneruskan hal ini sampai selesai.

Aaaahh~~~
ini adalah salah satu kebiasaan aneh saya, merasa ngga mampu mengerjakan sesuatu tapi tetep dikerjain. Count that as one.

Yang kedua, saya suka makan es di saat hari dingin. Ketika hujan, ketika malam semakin dingin, ketika udara di Bandung (#eaaa) suka tiba-tiba turun, yang saya inginkan malah makan eskrim. Aneh memang, tapi begitulah...

Yang ketiga, saya ini plin-plan. Beneran deh, saya ini plin-plan untuk hal-hal yang ngga prinsipil. Tanya kawan-kawan dekat saya jaman kuliah. Pasti banyak sekali kejadian dan keputusan saya yang sama ambil bertolak belakang dengan apa yang saya ucapkan sebelumnya. Misalnya, saya bilang ngga mau pacaran lagi, eh tiga hari kemudian saya jadian. Atau misalnya ngga mau makan di tempat A lagi karena bosen,…

OLEH-OLEH BANDUNG (2) : Reunian Sekejap Mata

Melihat kembali disini, saya punya misi tambahan selain mengikuti pelatihan asesor di Assesment Center Indonesia di Telkom, Hegarmanah, Bandung. Saya mau mencari buku Harry Potter Pop-Up yang baru saja rilis bulan ini. Sebelum berangkat pun saya sudah membuat itenary hal-hal yang saya lakukan di Bandung. Ini dia :
1. Pelatihan Asesor.
2. REUNIAN!
3. Ke Jatinangor.
4. Cizz.
5. Gokana Teppan.
6. Bazaar Gudang Gramedia.
7. Jaket Elsa pesenan Bocil
Tambahan :
Buku Pop-Up Harry Potter.

Nah, yang nomor 1 sudah ada di postingan sebelumnya. Selanjutnya terserah anda sila disimak yang berikut ini...

Setelah 6 malam dan 7 hari menginap di Hotel Grand Serela Hegarmanah, saya hijrah ke Rumah kawan kuliah saya, Bu Acie. Hehehe. Kegiatan saya selesai Jumat sore tanggal 17 Februari pukul 18.00. Ya saya tau, bahkan hari terakhir pun sampai jam 6 sore. Malamnya diisi jalan-jalan di Teras Ciwalk dan mencari oleh-oleh ke Kartika Sari. Khusus saya, Mbak Kiki, dan Pak Saleh terus jalan-jalan ke Braga. Ya…

OLEH-OLEH BANDUNG (1) : Assesment Center

Dear Pembaca yang budiman,

Tulisan ini sudah mangkrak lama di Drafts saya. Maka perkenankanlah saya mempersembahkan sesuatu yang (mungkin) telah dinanti-nantikan.

Bandar Lampung, 22 Februari 2017
Masih hangat dalam ingatan seminggu kemarin saya ngapain aja di Bandung. Saya berangkat tanggal 12 Februari naik pesawat pagi jam setengah 9 dan kembali ke Bandar Lampung tanggal 19 Februari dengan pesawat siang jam setengah 1, sampai setengah 3 di rumah dengan selamat. Perjalanan saya ke Bandung sudah saya tuliskan di postingan sebelumnya disini.

Ngapain aja sih di Bandung?
Yah... mostly belajar. Serius. Belajar tentang Assesment Center, dan belajar yang benar-benar belajar. Setelah sekian lama saya mengalami belajar yang sesungguhnya, seminggu ini otak saya kembali merasakan sensasi keseriusan belajar. *halah, padahal mah main jeee...*

Jadwal belajar padat. Serius. Masuk jam 8 keluar jam 6. Ngalah-ngalahin anak sekolah beneran. Ya nggak heran sih, wong namanya pelatihan, ngga m…

DAY 19 : TATTOO

Postingan kali ini sebenarnya berjudul "What tattoos you have and if they have meaning".
Mari kita ganti menjadi "What tattoos you would like to have and if they have meaning".
Dan disederhanakan menjadi "Tattoo", seperti yang tertera di atas.

Kalau ditanya tentang tato, saya mah ngga aneh-aneh, nggak akan punya!
Serem, baik bahaya dunia maupun bahaya akhirat. Saya ngga mau ngomongin bahaya akhiratnya. Ngga semua orang suka soalnya, personal preferences sih ranahnya. Kalau bahaya dunianya, yang bertato itu akan mengalami sakit luar biasa jika masuk ke dalam mesin scan tertentu seperti yang ada di serial-serial kedokteran Hollywood, dan itu nyata adanya seperti itu. Kan horor....

Tapi seandainya saya boleh milih ada dua sih yang kepikiran.

1. Tatonya Nami dari serial One Piece dengan letak yang sama seperti Nami, lengan kiri atas. Tato ini melambangkan baling-baling dan jeruk mikan, mengingatkan sang tokoh akan asal-muasal dan keluarganya di pulaunya. Disca…

DAY 18 : THE NIGHT OF MY 20TH BIRTHDAY

Usia 20 tahun.
Apa yang ada dibenak wahai pembaca yang budiman tentang usia 20 tahun?
Kalau saya, usia 20 tahun sangat penting dan sangat saya damba-dambakan, saat itu.
Mengapa?
Karena artinya saya bisa mengakses hal-hal yang dilabeli DEWASA. *halagh, SMA aja udah curi-curi baca Harlequin kok!*
Hahaha. Nggak, nggak, nggak salah. *heh?!*
Eh maksudnya, bukan hal-hal begitu.
Lebih kepada pengambilan keputusan dari hal-hal besar yang saya lakukan. Sebelumnya, mau beli komik aja mesti minta ijin dulu dengan seribu cara negosiasi biar diijinkan kalau pengen sesuatu. Menurut saya, usia 20 adalah waktunya saya memutuskan sendiri! Yeah! Mau ikut kegiatan apapun tinggal ikut, mau kemana pun tinggal berangkat, mau beli apapun asal punya duit saya beli, pokoknya mah semau saya!
Tapi nyatanya, usia 20 tahun saya dinodai oleh ingatan buruk. Sampai-sampai sekarang kalau harus mengingatnya antara malu sama tolol banget lah jadi orang.

Bulan Agustus tahun itu, iya 10 tahun yang lalu, ngga usah di-bold

SAMPAI MANA?

Belakang ini saya tidak terlalu sulit untuk membangun mood ingin menulis sesuatu, yang sulit adalah mencari waktu yang agak panjang tanpa gangguan tele-tele yang menghancurkan flow menulis. Inginnya sih menyepi gitu sekalian biar bisa menyelesaikan draf buku anak yang udah mangkrak di otak.

Pertanyaan hits hari ini adalah : Sudah sampai manakah tantangan 30 hari menulis blog saya?

Entahlah.













XOXO,
yang kebanyakan tidur karena serasa jetlag terus selama 4 hari berturut-turut.

DAY 17 : BULLET YOUR DAY

Saya mau melanjutkan kegiatan 30 hari menulis blog saya, demi diri saya sendiri yang sudah bertekad untuk memulai ketika Kimi nyuruh saya ikut-ikutan.

Sehari ini saya SUPER EXCITED. Mengapa? Mari kita mulai.

Hari ini saya bangun subuh, kemudian solat, abis solat periksa ulang bawaan, mau keluar kota soalnya. Terus si bocil bangun, usel-usel. *halah* Mandi, siap-siap, mandiin bocil, nyiapin bocil, sarapan terus berangkat ke bandara. *mau kemana sih mbak?*

BANDUNG!!!

Hahahahahaha.

Ya! Se-excited itulah saya untuk kembali ke kota yang aduhai bikin kangen. Segitu hebatnya otak ciptaan Allah ini memanggil kembali seluruh memori menyenangkan di sana hanya dengan mengingat satu kata, Bandung. Demi apa.... *demikian dan terima kasih*

Seribu wanti-wanti sudah dipersiapkan supaya si Bocil ngga mengeluarkan jurus tangisan ala-ala drama koreanya. Seribu pesan sudah disebutkan kepada ayahnya terkait kebutuhan-kebutuhan si Bocil yang ngga sempat terbeli. Seribu doa sudah dipanjatkan untuk kesejahte…

IMO : TYPO

"Dia butuh tahu, bagaimana caranya berhenti peduli pada orang yang selalu ada di pikiranmu sepanjang waktu? Pada orang yang namanya terasa manis di lidah setiap kali diucapkan, pada orang yang mendorongmu menjadi pribadi yang lebih baik. Pada sosok yang membuatmu sadar betapa selama ini kau kehilangan sesuatu yang penting di hidupmu."

 Awwwww....so sweet....
Oh, hay, selamat bulan Februari ya kawans. Saya pikir, saya akan gagal dalam tantangan 30 hari menulis blognya. Kendala terbesar adalah saya tidak menemukan waktu yang agak panjang untuk bisa menulis runut dan mudah dipahami. Padahal, menulis kan salah satu kegiatan untuk membuat otak tetap pada alur runut dan terorganisir dengan baik. *kata siapa coba?*

Karena postingan untuk tantangan 30 hari menulis blog sedang macet, saya akan menulis yang cepat selesai. Review buku. Tulisan ini dibuat seenak jidat, tolong jangan dijadikan referensi untuk ditautkan ke link pembaca yang budiman, apalgi jurnal-jurnal ilmiah.

Buku fiksi…