Bibbi Bokkens Magische Bibbliothek

Bibbi Bokkens Magische Bibbliothek

It can not be imagined, fantastic, and the 'magic' that the twenty-six letters of our alphabet can be combined in such a way as to meet the giant shelves with books and brings us to the world that never end. World that is always growing and growing, as long as there are humans on earth.(pg.237)

If I read a book that I liked, what I read it took my mind drifted to fly out of the book. Books do not only consist of words and pictures in it, but everything I imagined when reading it.(pg.43)

I wanted to write and to talk with myself about anything that comes from within my soul. Paper's more patient than men.(pg.52)

19 Januari 2017

DAY 9 : WHAT I ATE YESTER&TO DAY

Postingan ini dibuat kemarin sebenarnya, kemudian tidak selesai karena satu dan lain hal deadline yang ditunggu (yang akhirnya ngga jadi deadline, DEMI APA?!)

Apa yang saya makan hari ini. (18012017)
Hmmm...  Berhubung ini hari kerja, berarti saya makan di warung untuk makan siang,  karena bekal yang saya bawa tadi pagi adalah bekal sarapan,  bukan makan siang.  😁 Tidak ada yang istimewa dari makanan saya hari ini.  Seperti hari-hari biasanya, nasi menjadi komoditi wajib di kotak bekal saya, kemudian telur dadar dan tumisan wortel dan udang. Ngga ada potonya. Sudah habis. Siangnya, saya makan di luar sama kawan saya, makan nasi GAMBRENG di Gotong Royong yang tulisannya Cabang Way Halim, yang konon pedesnya NENDANG, alias pedes ngga pake ampun. Untuk makan malam tadi, saya makan ayam goreng sama lodeh labusiam. *nyaaammm* Nah, biasa saja kan menu makanannya.
Yang nggak biasa itu kawan makan saya. Kita sebut saja mereka mas A dan mas A'. Eh jangan A', kesannya kayak kopian. Mas A1 dan mas A2. Mas A1 ini teman seruangan, mas A2 ini teman beda ruangan. Sejarah makan siang saya banyak tercipta dengan kedua orang ini. Yang satu nggak bisa makan sendirian, yang satu mau aja gitu diajak kemana-kemana walaupun cacing di perut sudah menari-nari, saya? Kalau saya sih bebas aja, sering dibayarin sih! ;P
Sebelum berkelana mencari makan, saya dan Mas A1 masih di ruangan, terjebak dengan Pabos yang ntah urusan apa tadi siang itu, saya juga lupa. Mas A1 keluar duluan sambil terima telepon. Kebetulan mas A2 lagi ngga di kantor, karena lagi jadi panitia di hotel. Nggak lama, ada chat WA masuk. Saya cepet-cepet keluar, ternyata mas A2 dan mas A1 sudah ada di mobil ngajak makan.
"Lah, ngga makan di hotel aja?"
"Mana mau dia, ngga doyan makanan hotel."
"Ngga doyan apa males makan sendirian?"
"Udah cepetan, Pabos masih ada?"
"Masih. Ngga tau ngapain, tinggalin aja, ada Bubos ini. Kita lama ngga?"
Maklum, sejarah membuktikan, keluar makan siang sama mereka nggak akan pernah kembali tepat waktu. Mesti kesorean. Padahal kerjaan numpuk T.T
"Nggak cuma makan sama nggandain kunci."
Ceritanya kemaren sore mas A1 matahin kunci pintu kantor, ngga tau gimana bisa patah. Mungkin dia memendam kekuatan super secara diam-diam.
"Bener?"
Hell yeah, saya yang selalu terjebak dengan "Iya, ngga lama."-nya mereka. Setiap kata ini muncul, saya antara percaya ngga percaya. Iya sebentar, kemudian balik kantor di jam presensi sore. Iya lama, kemudian jam 1 udah cengar-cengir di ruangan. *fingercross*
Perut udah keroncongan, dengan teganya TERSERAH MAU MAKAN DIMANA bermain dengan apik dari lidah ke lidah. Kemudian menjadi porak poranda (si perut keroncongan tadi) ketika akhirnya mereka berdua mampir ke gerai lukisan kaki lima. *DEMI APA*

Setelah 30 menit mengobrol dengan Pakde tukang lukisan, kita muter-muter lagi. Masih dengan lagu kesayangan TERSERAH MAU MAKAN DIMANA TAPI NGGA MAU DISITU TAPI JUGA SAYA NGGA MAU MUTUSIN MAKAN DIMANA. *wth* Dan akhirnya memutuskan makan di Nasi Gambreng yang baru buka.
Nasi Gambreng : Nasi putih hangat dengan tumisan tempe pedes, sayur nangka, sambel ijo, lauk pilihan (lele, rendang, ayam, tinggal pilih) disiram saus cabe. Yang pasti rasanya.......
Saya lupa bilang, nasi saya ngga usa disiram kuah cabe. :-/ Lalu saya kepedesan. Saya menuntut setelah ini kami harus ke alfamart cari susu untuk menetralisir rasa pedas dan jaga-jaga menghindari sakit perut. Selesai, lalu segera pindah tempat, urusan masih banyak. Yang bayar? Bukan saya pastinya. \\(^^)// *banzai*

Buat kunci di Plaza Pos, ngga dapet parkir, parkir di dalem ke pasar tengah. Sekalian dong mampir ke toko grosir maju anak. Baju harian anak saya udah pada sempit. Padahal saya ngga pegang duit lho! Tenang, untung saya pergi dengan mas A1 dan mas A2, ada tempat ngutang. He-he-he. Baru setelah itu kami cepat-cepat kembali ke kantor, karena ingat belum solat Zuhur. *grin*
"Mau kemana lagi kita?"
Ini yang saya suka kalau pergi sama mereka, mau kemana saja dianterin, dengan catatan kita (baca : Mas A2) ngga lagi dikejer-kejer deadline. Padahal saya lagi deadline beberapa kerjaan. Ha-ha-ha. Lumayan ngga nyetir sendiri siang-siang. Ngantuk broooo....
"Balik kantor. Belum solat."
"Kalau tadi kita solat dulu, mesti belum balik kantor sekarang, ntah jam berapa balik kantornya."
"Terserah. Yang penting sekarang balik kantor... Belum solaaaatttt."

Pola ini berulang dengan kejadian yang mirip-mirip setiap kali saya pergi makan siang sama mas A1 dan mas A2. Saya masih belum memutuskan untuk mengganti teman makan siang, tapi kadang pusing juga ngikutin pola mereka ini. Entah karena obrolan tanpa gosipkah, atau obrolan kerjaan yang diiringi top gosip kebijakan kantor kah #ehgosip, atau karena dibayarin kah, atau karena saya bosen di kantor kah, saya putuskan makan siang bersama mereka masih termasuk menyenangkan.

Padahal kalau makan siang sama cewek cantik ngga pernah bingung, kalo nggak ke Chocotier, ya ke Lieps. Sama-sama menyenangkan.

XOXO
Have a nice meal everyone.

Nb : Hari ini saya makan di restoran yang saya sudah pernah bilang nggak akan pernah makan disitu lagi. #deepsigh Maklum makannya rame-rame di bayarin kantor, karena sedang dalam perjalanan takziah yang bersimpangan dengan waktu Zuhur. Menu pagi saya tumis pare dan tahu goreng, siang tadi makan sop daging. Nanti malam, mungkin beli sate. Sekian :)
Oh iya, pencernaan saya bermasalah tadi pagi, walaupun ngga sampai sakit perut sih.. Dan kedua mas A pun mengalami hal yang sama. #anotherdeepsigh