Bibbi Bokkens Magische Bibbliothek

Bibbi Bokkens Magische Bibbliothek

It can not be imagined, fantastic, and the 'magic' that the twenty-six letters of our alphabet can be combined in such a way as to meet the giant shelves with books and brings us to the world that never end. World that is always growing and growing, as long as there are humans on earth.(pg.237)

If I read a book that I liked, what I read it took my mind drifted to fly out of the book. Books do not only consist of words and pictures in it, but everything I imagined when reading it.(pg.43)

I wanted to write and to talk with myself about anything that comes from within my soul. Paper's more patient than men.(pg.52)

Thursday, March 26, 2015

YANG INI LEBIH MENGGODA IMAN!

Handphone (yang biasa saya pakai) rusak!
Layarnya pecah dan touchscreen-nya nggak berfungsi, otomatis membuat saya nggak bisa apa-apa.
Perangkat ini punya suami saya, dia kasih ke saya dan lebih memilih handphone jadulnya, Galaxy Ace generasi pertama. Hahaha. Sekarang handphone ini rusak dan saya kembali menggunakan Galaxy Gio saya yang baterainya harus dicharge 15 menit sekali. #sigh
Perangkat yang rusak ini sebenarnya bisa diperbaiki, tapi karena sudah lewat masa garansi, kok ya jadi mahal betul ongkos perbaikannya. Mungkin membeli perangkat baru bisa menjadi salah satu solusi. Sayangnya banyaknya perangkat yang bertebaran dengan kecanggihannya masing-masing membuat saya seringkali bingung untuk menentukan perangkat yang akan saya pakai. Saya sih inginnya dapat pengganti yang sesuai, bisa untuk browsing video-video lucu untuk si kecil, bisa menulis note dan memindahkan resep masakan dengan mudah, bisa untuk mengoperasikan mail-mail kantor yang seringkali mendadak harus dikirim, dan mengakses virtual memori untuk mengakses pekerjaan di kantor dari rumah, dan sebagainya, dan sebagainya.

Saat saya sedang berpikir untuk mengganti, saya iseng berselancar mencari informasi seputar perangkat telepon genggam terbaru. Samsung selalu menjadi pilihan pertama untuk melihat-lihat, lalu saya menemukan Samsung Note Edge. Saya pikir, 'Wait! Ini yang dipake Lee Jong Suk di drakor Pinokio kemarin bukan? Woooww... Desainnya... WOW! Mewah banget...! Tapi tunggu dulu, itu yang melengkung-melengkung apa ya?'

lengkungan yang buat penasaran...  (sumber : Samsung)


Akhirnya, saya browsing-browsing dari situs Samsung dan situs-situs lain. Semakin banyak informasi yang saya dapat semakin saya ingin punya perangkat ini. Namun kabarnya perangkat ini belum ada dijual di Indonesia. Sampai saya menemukan Kompetisi Blog Samsung Indonesia "Me and My Note Edge", saya mulai menulis lagi. Demi mendapatkan perangkat yang mendukung keseharian saya.

Balik lagi ke perangkat Note Edge.
Mewah. Itu yang terlintas pertama kali ketika pertama lihat desainnya. Bukan pertama kali sih, yang pertama kali saya lihat di drakor Pinokio itu, langsung terlintas 'Canggih abis!'. Saya coba lihat-lihat itu lengkungan multiguna sekali ya! Menyingkirkan notifikasi dari layar utama, bisa! Menyimpan notifikasi supaya nggak ada hal penting yang terlewat, bisa! Jadi bar notifikasi tanpa perlu repot-repot buka layar utama, bisa banget! Saya sebenernya malas banget kalau dapet notifikasi tetapi ternyata bukan hal yang terlalu penting, misalnya SMS operator (hahaha, kalau kata suami saya, cuma Operator yang cinta mati sama kita karena setiap hari tetap sms tanpa mengharap untuk dibalas ~ yeah right!). Kalau pakai Note Edge kayaknya saya ngga perlu repot, begitu bunyi Ting! (ceritanya bunyi notifikasi), tinggal melirik ke pinggirin cantik Note Edge tanpa perlu melepaskan tangan dari atas tuts keyborad komputer. Praktis!  Kita nggak bolak-balik mengangkat telepon cuma buat liat notifikasi atau jam!

S-Pen yang magical! (sumber: Samsung)
Yang penting lagi buat saya dari perangkat Note Edge ini, S Pen! Mengapa? Karena saya butuh untuk menulis. Menulis berbeda dengan mengetik. Menulis buat saya lebih terasa daripada mengetik. Saya menyukai menulis fiksi, walaupun sampai sekarang hanya untuk koleksi saya sendiri dan bukan untuk dipublikasikan. Hehehe. Ketika saya terlintas sesuatu untuk ditulis, mengetik bisa menghentikan ide saya. Tapi kalau menulis, ide di kepala saya mengalir seperti tangan saya yang terus bergerak. Sudah terbayang, akan sesering apa saya membuat cerita fiksi kalau saya punya perangkat ini. Siapa tahu saya juga bisa menerbitkan kisah saya. ya kan? Itu kan, salah satu impian saya. S Pen juga memudahkan saya untuk mencatat tiba-tiba jika ada resep-resep lezat di tayangan televisi atau tips-tips seputar kehidupan sehari-hari.



Yang namanya smartphone sudah pasti harus multitasking, right?
Note Edge memiliki fitur multitasking yang mirip-mirip dengan komputer. Recent apps, sih, biasa... Split Window? Pop Up? Another.. WOW! Pekerjaan saya di bagian SDM mengharuskan saya untuk bisa mengelola pekerjaan di beberapa program, atau membuka beberapa situs bersamaan dengan beberapa program. Fitur multitasking ini sangat membantu ketika saya harus tiba-tiba mengerjakan urusan kantor di rumah saat saya tidak bisa membuka komputer. Nggak perlu lagi bolak-balik buka tutup aplikasi untuk mengerjakan beberapa hal yang berkaitan. Juga nggak perlu memisahkan diri dari si kecil ketika harus mengirim email dadakan ke atasan karena harus buka laptop.

Semua fitur ini mungkin karena Note Edge sudah didukung oleh processor Quad Core 2,7 Ghz dan RAMnya 3 GB. Bagaimana saya nggak bisa nggak jatuh cinta? Ini canggih banget booo!
Belum lagi memori internalnya 32 GB yang memungkinkan saya untuk menyimpan banyak e-book dan video-video anak untuk bisa ditonton bareng si kecil. *jejingkrakan* Karena saya hobi banget baca buku, dan termasuk compulsive buyer untuk buku, perangkat ini pas banget! Akan ada banyak buku digital yang bisa saya beli atau download dan bisa saya baca dimana saja dan kapan saja tanpa perlu khawatir memori penuh. Belum lagi layar Quad HD+ Super AMOLED yang memang mendukung untuk aplikasi-aplikasi buku digital dan video-video HD, termasuk variety show favorit saya, Running Man!

Saat ini saya sedang membangun rumah impian saya bersama suami untuk keluarga kecil kami. Pembangunannya sudah hampir 60% selesai dan bisa ditempati secepatnya. Rencana saya sih. saya akan menghabiskan waktu untuk bersenang-seanng dan membuat kenangan-kenangan indah bersama susami dan anak-anak kami nantinya. Nah, Fitur SMART OIS pada kamera Note Edge memungkinkan untuk mengambil gambar yang lebih terang dalam ruang dengan pencahayaan yang seadanya. Yah, kalau fotografer profesional akan memikirkan sisi pencahayaan dan lain-lain utnuk mengambil gambar yang bagus. Kalau saya, yang penting senyum suami dan anak-anak bisa saya abadikan. Saya akan lebih bersemangat untuk mengabadikan semua hal di rumah kami dalam foto dan video.
NDA dan ayah (sumber : koleksi pribadi)


Pertimbangan lain untuk mengikuti kompetisi blog Me and My Note Edge ini juga tidak lain dan tidak bukan adalah masalah harga, berhubung saya masih membangun rumah impian, keuangan keluarga kami sedang fokus disana, jadi agak sulit merayu suami untuk membelikan perangkat yang lebih baik untuk menggantikan yang lama. Hehehe. So, please let me have this awesome gadget for our future memories.

Dengan berbagai fitur menarik dan canggih, saya berharap perangkat ini bisa menjadi milik saya untuk menggantikan perangkat telepon genggam saya yang rusak atau Galaxy Gio saya yang sudah berumur. Galaxy Gio ini saya beli dari penghasilan pertama saya dan mungkin akan saya simpan selamanya. 4 tahun yang lalu Gio termasuk sudah paling canggih dan keren di kelasnya. Sekarang jamannya Note Edge! Saya akan sangat bahagia kalau bisa mendapatkan Note Edge di genggaman saya. Oh, How I love to have this Note Edge!

sumber : Samsung
Thank you Samsung Indonesia.