Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2017

BUKU PERTAMA

Oh, jangan tertipu dengan judul ya pembaca budiman. Postingan kali ini bukan tentang buku yang pertama kali saya baca, bukan itu, saya sudah lupa lah, itu jaman sebelum lima tahun. Hahaha. Buku pertama yang saya selesaikan tahun ini, PENDIDIKAN DALAM SEPOTONG KERUPUK oleh mbak Alzena Masykouri. Belum pernah denger? Googling lah.... Gadget canggih kok ngga pada mau usaha... Etapi karena saya baik hati, ini sekilas tentang mbak Alzena.

ALZENA MASYKOURI. Berprofesi sebagai Psikolog Anak dan Remaja di salah satu klinik di daerah Duren Tiga Jakarta. Tertarik dengan dunia pendidikan dan pengembangan potensi anak dan remaja. Kesehariannya juga diramaikan dengan menjadi BUndanya anak-anak di sekolah Bestariku Bintaro. Menggemari fotografi dan jalan-jalan. Penikmat film dan penggemar makanan enak. (disadur dari halaman belakang buku)

Mmmmm.... Miriplah hobinya sama saya, apalagi kalau semua itu haratis (baca : gratis cuy!)

Buku ini sudah ada di saya dari pertengahan tahun lalu, baca satu bab t…

DAY 16 : JOB ROUTINE

Minggu lalu saya dapat panggilan dari kantor pusat untuk mengikuti pelatihan, tulisannya sih diklat, asesor. Pelatihan, tulisannya sih diklat, ini sudah dilakukan oleh instansi saya selama dua tahun berturut-turut. Tahun kemarin yang berangkat adalah teman seruangan saya Anggi, bukan mbak Anggi yang ini. (Btw, karpos udah dateng belum ya Mama Zahir? Apa perlu kita samperin Paposnya?)

Keperluan dinas ini diadakan dalam rangka memenuhi administrasi Reformasi Birokrasi di Indonesia yang konon rupanya semua ASN (dulu PNS,red) akan diwajibkan menyandang jabtana fungsional tertentu, demi terciptanya hasil kinerja yang terukur sesuai kemajuan bangsa. (skip, aku pun ngga ngerti nulis apaan barusan). Kalau saya disuruh ikut diklat assesor berarti kedepannya saya akan menjadi jafung (jabatan fungsional, red) assesor dong.... Hmmmmm..... Mari bersama-sama cubit-cubit dagu sejenak.

Secara garis besar, seperti ini gambarannya : 
Jabatan Fungsional Assessor Sumber Daya Manusia Aparatur yang selanjut…

LOL

Sebenernya saya ngga ngerti harus memberi judul apa postingan di bawah ini. Berhubung lucu ya cukup LOL aja kali yach...

#throwbackyesterday

21.30, 28012017
Ayah (A) : Nggak ada yang bagus, debat semua!
Bunda (I) : Yaudah sih nggak usah ditonton.... Astro, ayo sikat gigi!
Si Bocil masih dipanggil Astro.
Bocil (B) : (masih sibuk bongkar mainan dan rumah-rumahan kardus)
A : (sibuk gonta-ganti channel tipi)
B : (kemudian ikut duduk sebelah Ayah nonton tipi)
I : (sibuk masak nasi biar besoknya ngga kedandapan karena nggak punya nasi sembari ngecek tontonan bocil)
A : (bangun, ngunci-ngunci pintu dan lain-lain urusan keamanan rumah)
B : (asik nonton drama korea di rTV)
I : Kakak, ayo sikat gigi dulu..
B : Iya, sebentar Bunda, belum iklan... (persis emaknya dulu!)
5 menit kemudian, nggak juga iklan tuh drama.
I : (mendekati bocil kemudian menggandeng tangannya) Ayo dong, udah malem kakak... Habis nanti giginya dimakan kuman...
B : Iya bunda, aku masih nonton ini lho, mukanya sama semua! (sa…

DAY 15 : SEKOLAH

Menilik apa yang saya tulis di postingan sebelumnya,  entah mengapa mungkin isinya ngga terlalu berkenan buat beberapa orang. Hahaha.  Ngga masalah sih,  ngga menyurutkan niat saya untuk menulis hal-hal yang mungkin membuat orang lain enggan. Kalau ada pikiran yang menganggu,  yang paling aman buat saya memang menulis. Waktu itu pernah saya gedeg dengan suatu hal,  yang saya lakukan cuma menulis "AAAAAAARRRRRRRGGGGGGHHHHHHHHHHH!!!!" kemudian lega begitu saja. Hahaha.

Hari ini saya ingin mengingat-ingat sekolah-sekolah yang pernah saya masuki. Mengapa? Karena saya kangen. Sebelumnya saya mohon maaf kalau konten di bawah ini mungkin akan berbau riya'.
TAMAN KANAK-KANAK Saya sekolah teka di umur belum 5 tahun karena tahun ajaran baru dan bulan kelahiran saya nanggung bersinggungannya.  Saya sekolah teka di TK Budi Bhakti Persit, sekarang TK Kartika II-5, di Durian Payung.  Saya tidak ada lagi yang bisa saya ingat-ingat kecuali main,  main,  dan main.  😂😂😂 Saya belajar …

DAY 14 ; WHAT IF(S)

Sebenarnya, saya bingung mau memulai menulis tema ini dari apa.
Saya sudah tiga, empat, lima kali mengganti kalimat pembuka tema hari ini. What if(s). (s) menunjukkan kemungkinan-kemungkinan ada banyaknya what if yang saya pikirkan.

Semua bermula dari kegelisahan saya melihat berita-berita di media, baik elektronik maupun cetak, yang nyatanya jarang sekali ada berita baik atau positif. Semua berita mengandung konten kekerasan, kriminalitas, adu domba, penipuan, prasangka buruk, kesombongan, dan hal-hal buruk yang membuat saya mengernyitkan dahi. Hal ini juga berlaku untuk status-status yang seringkali dibuat oleh teman-teman saya di berbagai media sosial, kebanyakan bukan yang dekat secara personal sih, tapi teuteup weh bikin gerah dan buat saya cepet-cepet ng-unfollow beliau-beliau itu. Sekarang timeline medsos saya isinya cuma kawan-kawan yang suka share video DIY mainan anak sama masak-masak yang gampang. :))))

Namun, walaupun sudah menghindari dari terpaparnya saya dari berita-ber…

100 TRUTHS, YEAR 2017

Sebelumnya saya sudah pernah posting ini di blog ini tahun 2011. Nah, karena bingung mau nulis apa untuk hari ini, mari kita mengulang, dengan tahun yang berbeda.

"Rules: Once you’ve been tagged, you are supposed to write a note with 100 Truths about you. At the end, choose 15 people to be tagged."
Ini aturan aslinya, mari kita modifikasi. Siapapun yang baca ini, sila buat versi kalian masing-masing, di blog atau media tulisan kalian masing-masing, share link di kolom komen supaya kita bisa berkenalan.

WHAT WAS YOUR:
1. Last beverage: Nasi anget dan tumis daging asam manis.
2. Last phone call: Mbak Darti tukang jait langganan
3. Last text message: Pesan WA ke Kimi bunyinya "Hehehehe."
4. Last song you listened to: lagu kekinian Say You Wont let Go-James Arthur dan Photograph-Ed Sheran
5. Last time you cried: Minggu lalu.

HAVE YOU EVER:
6. Dated someone twice: Never.
7. Been cheated on: iHav.
8. Kissed someone & regretted it: iHav.
9. Lost someone special : iHav.

DAY 13 : IDOLA

Saya baru sadar, ternyata tantangan 30 hari menulis blog itu harus mengikuti tema tertentu tiap harinya. Ternyata saya merusak kegiatan tersebut dengan menentukan smena-mena sesuaka hati saya hari itu, waktu itu, ketika itu, sekarang ini saya kepengen nulis apa. Ha-ha-ha. Bukannya tidak tahu aturan mainnya sih, hanya saja kalau harus menuruti plek seperti yang disarankan agak nggak asyik gitu... *bilang aja baru tau aturannya* :P
Sewaktu ditawarin dulu, apa iya saya sanggup buat rutin 30 hari nulis? Sedangkan, tahun kemarin aja cuma lima postingan. Si Kimi bilang, "Nggak usah sesuai tema nggak apa-apa kok, yang penting ada postingan... Kalau bingung bisa lihat tema disini." Kemudian dia memberikan saya tiga buah gambar yang isinya tema-tema tantangan menulis blog ini. Kemudian, disebabkan satu dan lain hal, saya putuskan untuk menulis lagi. Sebenernya saya menulis lebih kepada self-healing, supaya saya bisa lebih mengenali diri sendiri yang sedang tidak dalam good statement

DAY 12 : WEEKENDS ROUTINE

Masih dalam rangka hari libur, postingan ngga panjang-panjang ya pembaca yang budiman.  Soalnya meminimalisir memegang gadget kalau libur,  biar bocil puasa sedikit gadgetnya.

WEEKENDS ROUTINE
5.00 : Bangun. Solat subuh.
5.30 : Uyel-uyel bocil.  Masak.  Mainan sama bocil. Jalan-jalan sama ayah dan bocil. Menonton kartun sama ayah dan bocil.
21.00 : Solat isya.  Siap-siap tidur. Baca cerita.  Tidur.

Berlaku Sabtu-Minggu.


XOXO,
*uyel-uyel bocil lagi*


DAY 11 : WEEKDAYS ROUTINE

WEEKDAYS
4.30 : Bangun. Cek message.  Cium-cium bocil.
5.00 : Solat subuh.
5.15 : Menyiapkan sarapan dan cemilan bocil untuk seharian.
6.00 : Uyel-uyel bocil masih bobok.  Ke dapur lagi.
6.30 : Sarapan seadanya dan seminatnya.
6.45 : Mandi.  Siap-siap kerja.
7.00 : Berangkat.  Kemudian kena macet.  Telat lagi.
7.30 : Kerja. Sarapan. Kerja.  Solat Zuhur. istirahat.  Kerja.  Solat Ashar.  Kerja.
16.30 : Pulang kerja.
17.00 : Uyel-uyel bocil.  Bersih-bersih.
18.30 : Solat magrib.  Uyel-uyel bocil. Menyiapkan makan malam.
19.30 : Makan malam. Cuci piring. Solat Isya.
21.00 : Siap-siap tidur.  Baca cerita. Uyel-uyel bocil.

Kembali ke awal.

XOXO,
Happy weekend all!



DAY 10 : A FRUIT I DISLIKE AND WHY

"Kakak gendut ih..."
"Nggak!"
"Lihat tuh pahanya, pantatnya, ebol-ebol.."

"Nggak! Aku nggak mau gendut! Nanti jelek kayak Fishleg!"

Maafkan bahasa saya ya, pembaca yang budiman. Itu adalah cuplikan percakapan saya sama si bocil kalau saya lagi kumat usilnya. Anak saya ngga terima kalau dia dibilang gendut. Padahal ngga ada yang ngajarin kalau gendut itu jelek. Lihat saja ibunya ini, gendut juga kok! Pernah suatu kali, ada tetangga main ke rumah Utinya. Si tetangga ini biasalah jarang melihat si bocil.
"Ih, mbak Sita... Gendut ya sekarang..."
"Huh! Kamu pulang sanah!" buka pintu, terus melipat tangan di depan dada.
Jeng!Jeng!Jeng!
Ngga ada yang mengajari untuk seperti itu. Etapi melipat tangan itu duplikasi yang sama kalau saya sebagai ibunya sedang 'mendisiplinkan' dia sih... Ha-ha-ha.

Sebenernya si bocil ini ngga gendut, semok kalau kata orang. Mantep, kenceng, begitu bahasa lainnya. Saya akui, untuk fisiknya memang…

DAY 9 : WHAT I ATE YESTER&TO DAY

Postingan ini dibuat kemarin sebenarnya, kemudian tidak selesai karena satu dan lain hal deadline yang ditunggu (yang akhirnya ngga jadi deadline, DEMI APA?!)

Apa yang saya makan hari ini. (18012017)
Hmmm...  Berhubung ini hari kerja, berarti saya makan di warung untuk makan siang,  karena bekal yang saya bawa tadi pagi adalah bekal sarapan,  bukan makan siang.  😁 Tidak ada yang istimewa dari makanan saya hari ini.  Seperti hari-hari biasanya, nasi menjadi komoditi wajib di kotak bekal saya, kemudian telur dadar dan tumisan wortel dan udang. Ngga ada potonya. Sudah habis. Siangnya, saya makan di luar sama kawan saya, makan nasi GAMBRENG di Gotong Royong yang tulisannya Cabang Way Halim, yang konon pedesnya NENDANG, alias pedes ngga pake ampun. Untuk makan malam tadi, saya makan ayam goreng sama lodeh labusiam. *nyaaammm* Nah, biasa saja kan menu makanannya.
Yang nggak biasa itu kawan makan saya. Kita sebut saja mereka mas A dan mas A'. Eh jangan A', kesannya kayak kopian. Mas…

DAY 8 : 2017

Saya telat.  Telat 3 bulan.  Eh,  bukan.
Saya telat untuk ikut-ikutan buat resolusi tahun 2017. Sebenernya saya nggak pernah bisa memenuhi semua target-target yang saya buat dari dulu. Etapi nggak semuanya juga.  Misalnya buat 5 target,  yang tercapai 2 atau 3 saja.  Seperti tahun lalu, saya buat target 2 saja.  Keduanya hampir terpenuhi namun harus gagal di akhir tahun.  Yang pertama,  saya berhasil nggak baperan, kecuali kalo nonton korea,  itu juga baper lebih karena heran dengan twist ceritanya.  Yang kedua,  antara sekolah atau punya anak lagi. Saya putuskan untuk punya anak yang akhirnya nggak jadi.  #brebesmili

Apa yang saya alami di akhir tahun lalu membuat saya baper akut sekarang.  Pengennya sih nggak baperan, tapi gimana ya,  namanya hati emak-emak sih ngga bisa ngelawan dorongan rindu...
Awal tahun yang penuh kebaperan,  mulai bangun tidur sampai saya tidur lagi baper muluuuu....  Pengen ini itu nggak boleh atau ngga bisa, jadi baper.  Inget ini itu, jadi baper.  Kejadian…

DAY 7 : THINGS I WANNA SAY TO AN EX

Dear You,

Thank you for ever loving me that way.
Sorry for not reciprocating you the same way, that time.
May God showers you and your family with ultimate blessing and happiness this moment.

Sincerely,
Me whom you ever loved.

MASIH PAGI, ZUHUR JUGA BELUM

Emosi marah saya sudah sampai puncak,  padahal zuhur juga belum. Ditambah lagi ini baru hari Senin brooo! Masak memulai minggu baru dengan marah-marah?  Apa daya seminggu ke depan?
Tadinya mau nulis soal ulang tahun ala-ala anak kecil. Nggak jadi!  Saya mau marah.  Kalau saya marah saya diem.  Saya harus keluar kantor,  cari angin,  ada yang mau nemenin???

DAY 6 : YOUR FEARS

Ini hari Minggu, hari libur. Padahal kalau  menurut kalender Islam, libur itu di hari Jumat. Postingan saya masih pendek-pendek. Tapi kali ini mungkin akan dibahas nanti lebih panjang di entah postingan yang mana.

Ketakutan-ketakutan saya :
1. Mengalami Kiamat
2. Hidup di jaman perang.
3. Kehilangan intelegensi *tsah*

XOXO

DAY 4 : KAPASITAS

Menurut KBBI Daring :


inteligensi/in·te·li·gen·si/ /inteligénsi/ n Psi daya reaksi atau penyesuaian yang cepat dan tepat, baik secara fisik maupun mental, terhadap pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki siap untuk dipakai apabila dihadapkan pada fakta atau kondisi baru; kecerdasan.

Sedangkan pengertian dari berbagai ahli adalah sebagai berikut (dari berbagai sumber) :

David Wechler dalam buku Dr. Sarlito Wirawan adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.

Menurut Alfred Binet Intellegence ; “Comprehension, invention, direction and criticism, intellegence is contained in these four words”.
(intelegensi : memahami, berpendapat, mengontrol dan mengkritik, intelegensi menurut empat perkataan ini).

Nah, nah, dari segi ahli cukup dua itu saja, karena kedua ahli tersebut adalah pelopor tes intelegensi yang banyak dikembangkan saat ini.

Sebenernya saya nggak tau …

DAY 3 : OVERLAPPING

Dahulu kala, pekerjaan dilakukan berdasarkan kemampuan atau kebiasaan seseorang, sehingga tidak heran terjadi overlapping di kanan kiri.

Kemudian, semua orang dituntut untuk menguasai semua cara pengerjaan tugas sehingga beban kerja terbagi rata. Semua bahagia, semua merasakan stres yang sama.

Kemudian, semua kembali kepada dahulu kala. Beban kerja menumpuk di tempat tertentu.

Salah siapa?
Tanya kenapa? mengapa?
Karena kenapa adalah kata tanya yang salah. Yang betul yaitu mengapa.

XOXO.


DAY 2 : HUTAKI, what is it mean anyway? Sounds so strange.

"Ada kartu membernya, Bu?"
"Ada."
"Atas nama... Lux... Luxmaning Hutaki?"
"Yes."
"Orang mana Bu? Namanya nggak biasa."
Orang-aring, mbak (bicara dalam hati)
"Jawa."
"Namanya nggak biasa, Bu."/"Namanya aneh, Mbak."/"Namanya Lucu ya."

Itu adalah percakapan biasa yang saya lakukan di kasir apapun yang meminta kartu anggota tokonya.
Yes, nama tengah saya memang aneh. Kata Papa, tadinya nama saya cuma Luxmaning Widiastari. Lalu sepupu-sepupu saya memberikan nama tengah itu. Hutaki itu akronim. Hari Ulang TAhun Kemerdekaan Indonesia. PADAHAL ya saya lahirnya sehari sebelum itu.  Jaman kuliah,  saya menemukan teman yang namanya mirip. Salah satunya kakak kelas yang nama tengahnya HUTASARI, akronim dari kata-kata yang kurang lebih sama. Tapi dia PAS tanggal 17 lho lahirnya! Makasih lho mbak-mbak-ku... 

Saya jarang dilupakan orang karena nama tengah. Kadang-kadang nama depan juga sih. Orang Endonesa ngasih…

DAY1 : SIMPULAN BUKU 2016

Tahun Masehi sudah berganti, asa ada yang terpenuhi ada yang tidak. Blog yang diniatkan rutin tahun lalu, malah jadi sampah. Sedih. Kecewa sama diri sendiri. Hahaha *miris* Nantilah, kalo niatnya menggebu dan nggak turun naik macam perputaran roda kereta kuda, blog itu mau diniatkan untuk hal yang lain, cerita obsesi drama korea misalnya. *eeerrrrr...*

Menelisik postingan tahun lalu di blog ini pun tidak kalah mirisnya, cuma 5 post! *apalah* Sedih. Kayaknya saya nggak bakat punya sosmed banyak-banyak. *nah, sadar* Nantilah, kalau sudah buat rumus yang pas, IFTT-nya dipake lagi, biar yang-mana-mana teuteup update, walaupun posting di satu sosmed saja.

Kemudian, di awal tahun ini, mbak yang ini dan mas yang itu sudah buat daftar buku-buku yang mereka baca tahun lalu. *terus?* Saya jadi mupeng, alias iri, kepengen buat satu daftar yang kurang lebih sama. *terus?* Si mbak ini ngajakin buat update blog lagi dengan ikutan 30 hari menulis blog, kerennya, 30 Days Writings Challenge. *terus?* …