Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2017

DAY 19 : TATTOO

Postingan kali ini sebenarnya berjudul "What tattoos you have and if they have meaning".
Mari kita ganti menjadi "What tattoos you would like to have and if they have meaning".
Dan disederhanakan menjadi "Tattoo", seperti yang tertera di atas.

Kalau ditanya tentang tato, saya mah ngga aneh-aneh, nggak akan punya!
Serem, baik bahaya dunia maupun bahaya akhirat. Saya ngga mau ngomongin bahaya akhiratnya. Ngga semua orang suka soalnya, personal preferences sih ranahnya. Kalau bahaya dunianya, yang bertato itu akan mengalami sakit luar biasa jika masuk ke dalam mesin scan tertentu seperti yang ada di serial-serial kedokteran Hollywood, dan itu nyata adanya seperti itu. Kan horor....

Tapi seandainya saya boleh milih ada dua sih yang kepikiran.

1. Tatonya Nami dari serial One Piece dengan letak yang sama seperti Nami, lengan kiri atas. Tato ini melambangkan baling-baling dan jeruk mikan, mengingatkan sang tokoh akan asal-muasal dan keluarganya di pulaunya. Disca…

DAY 18 : THE NIGHT OF MY 20TH BIRTHDAY

Usia 20 tahun.
Apa yang ada dibenak wahai pembaca yang budiman tentang usia 20 tahun?
Kalau saya, usia 20 tahun sangat penting dan sangat saya damba-dambakan, saat itu.
Mengapa?
Karena artinya saya bisa mengakses hal-hal yang dilabeli DEWASA. *halagh, SMA aja udah curi-curi baca Harlequin kok!*
Hahaha. Nggak, nggak, nggak salah. *heh?!*
Eh maksudnya, bukan hal-hal begitu.
Lebih kepada pengambilan keputusan dari hal-hal besar yang saya lakukan. Sebelumnya, mau beli komik aja mesti minta ijin dulu dengan seribu cara negosiasi biar diijinkan kalau pengen sesuatu. Menurut saya, usia 20 adalah waktunya saya memutuskan sendiri! Yeah! Mau ikut kegiatan apapun tinggal ikut, mau kemana pun tinggal berangkat, mau beli apapun asal punya duit saya beli, pokoknya mah semau saya!
Tapi nyatanya, usia 20 tahun saya dinodai oleh ingatan buruk. Sampai-sampai sekarang kalau harus mengingatnya antara malu sama tolol banget lah jadi orang.

Bulan Agustus tahun itu, iya 10 tahun yang lalu, ngga usah di-bold

SAMPAI MANA?

Belakang ini saya tidak terlalu sulit untuk membangun mood ingin menulis sesuatu, yang sulit adalah mencari waktu yang agak panjang tanpa gangguan tele-tele yang menghancurkan flow menulis. Inginnya sih menyepi gitu sekalian biar bisa menyelesaikan draf buku anak yang udah mangkrak di otak.

Pertanyaan hits hari ini adalah : Sudah sampai manakah tantangan 30 hari menulis blog saya?

Entahlah.













XOXO,
yang kebanyakan tidur karena serasa jetlag terus selama 4 hari berturut-turut.

DAY 17 : BULLET YOUR DAY

Saya mau melanjutkan kegiatan 30 hari menulis blog saya, demi diri saya sendiri yang sudah bertekad untuk memulai ketika Kimi nyuruh saya ikut-ikutan.

Sehari ini saya SUPER EXCITED. Mengapa? Mari kita mulai.

Hari ini saya bangun subuh, kemudian solat, abis solat periksa ulang bawaan, mau keluar kota soalnya. Terus si bocil bangun, usel-usel. *halah* Mandi, siap-siap, mandiin bocil, nyiapin bocil, sarapan terus berangkat ke bandara. *mau kemana sih mbak?*

BANDUNG!!!

Hahahahahaha.

Ya! Se-excited itulah saya untuk kembali ke kota yang aduhai bikin kangen. Segitu hebatnya otak ciptaan Allah ini memanggil kembali seluruh memori menyenangkan di sana hanya dengan mengingat satu kata, Bandung. Demi apa.... *demikian dan terima kasih*

Seribu wanti-wanti sudah dipersiapkan supaya si Bocil ngga mengeluarkan jurus tangisan ala-ala drama koreanya. Seribu pesan sudah disebutkan kepada ayahnya terkait kebutuhan-kebutuhan si Bocil yang ngga sempat terbeli. Seribu doa sudah dipanjatkan untuk kesejahte…

IMO : TYPO

"Dia butuh tahu, bagaimana caranya berhenti peduli pada orang yang selalu ada di pikiranmu sepanjang waktu? Pada orang yang namanya terasa manis di lidah setiap kali diucapkan, pada orang yang mendorongmu menjadi pribadi yang lebih baik. Pada sosok yang membuatmu sadar betapa selama ini kau kehilangan sesuatu yang penting di hidupmu."

 Awwwww....so sweet....
Oh, hay, selamat bulan Februari ya kawans. Saya pikir, saya akan gagal dalam tantangan 30 hari menulis blognya. Kendala terbesar adalah saya tidak menemukan waktu yang agak panjang untuk bisa menulis runut dan mudah dipahami. Padahal, menulis kan salah satu kegiatan untuk membuat otak tetap pada alur runut dan terorganisir dengan baik. *kata siapa coba?*

Karena postingan untuk tantangan 30 hari menulis blog sedang macet, saya akan menulis yang cepat selesai. Review buku. Tulisan ini dibuat seenak jidat, tolong jangan dijadikan referensi untuk ditautkan ke link pembaca yang budiman, apalgi jurnal-jurnal ilmiah.

Buku fiksi…