Skip to main content

A thing about Girl-Friendship-Things

Satu minggu kemarin saya ada di rumah dan mengalami perbincangan yang cukup intens dengan satu orang kawan lama via YM-chat. Cewek. Bisa dibilang kawan dekat. I used to close enough, maybe untill these days. I guess. And I have this conversation with her.

We talked about this boy. An old friend of ours. I used to have some talks with this boy. And now days, this girl, friend of mine, is having a little intense of chit chat with him.
Dia bertanya kepada saya seberapa dekatkah kami, saya dan cowok itu. Dia mendengar kabar kalau cowok itu lumayan sering cerita-cerita sama saya. Saya bilang aja, iya. Jaman dulu waktu masih insomnia waktu jaman-jaman perjuangan SkripSweet. And voila, She started to ask me questions about him. Is he a nice person? Is he have something interest with you? What does he likes to do? What story he told you? Blah blah blah...

And I have to recognize something. A part of pattern of girl-friendship-things.

Girls always seek about others girls who close enough with boys that they have interest to, especially their own friend. Good Friend.

Purpose : Avoid from stabbing someone back! *which is a good purpose I guess*
Another purpose : Ask the others girl-friends to stay away from the interesting boy. *su'udzon sih...but mostly, I quite agree with this one, I feel it when I have this kind of talk with my friends, but I don't tell them about this*

But, seriously, I don't like this kind of conversation.

Really.

I never mind to chat about boys whom my girl-friends interest to, but when they tell me at the end of conversation why they ask questions about me and a boy, I have this feeling of being cheated.

Why don't they tell me that they get interest to the boy at first, then ask me if I know something about him. And I know what I should say to you, all my girl-friends, about it and some tips to get close to him.

Saya merasa sangat aneh ketika tiba-tiba disapa dengan pertanyaan, "Eh, kenal deket yah sama si A?", atau, "Menurut kamu si B orangnya gimana?Pernah ngobrol apa aja?" Dan setelah panjang lebar, baru deh saya yang akhirnya bilang, *lebih tepatnya menebak* "Hayoo...Kamu suka ya?", atau, "Si C pedekate ke kamu?", atau lebih parahnya, "Kamu baru jadian ya sama si D?" Itu membuat saya merasa sangaaaaaaat sotooooyyyy... Dan bodoh karena sok tahu!
Dan setelah itu dapet balesannya, "Tapi jangan bilang siapa-siapa ya...", atau, "Jangan ngomong ke dia-nya ya, ga enak, malu." and so on. FYI, I don't have any intentions to share people secrets to anybody.

Totally weird.

Bukan maksud saya untuk mendiskreditkan teman-teman perempuan. Bukan, bukan sangat!
Ini cuma sedikit kasus dari percakapan dari yang sering saya lakukan sehari-hari. Mungkin saya juga pernah melakukannya sama teman-teman perempuan saya yang lain, dan mereka ternyata juga merasakan apa yang saya rasakan. Perasaan aneh. Atau bahkan perasaan muak. *Ada gak ya?*

Saya memikirkan hal ini berkali-kali. Kalau hal ini terjadi pada perempuan lain, dan ternyata si teman perempuan dari si perempuan yang bercurhat itu ternyata juga menyukai laki-laki yang mereka perbincangkan, bagaimana ya? Secara tidak langsung kok jadi seperti menyakiti ya??? Dan ini seringkali, mungkin, terjadi pada teman dekat (close friend), bukan teman yang benar-benar dekat (best friend). Ini biasanya masalah kadar kepercayaan sih...

Percakapan ini sangat penting untuk perempuan. Perempuan butuh untuk berdiskusi mengenai laki-laki yang dia sukai untuk mendapatkan pandangan lain dari kaumnya. Misalnya, apalah dia baik untuknya? Apakah dia bisa cukup menyayangi dia? Apakah saya akan baik-baik saja kalau bersama dia? Apakah dia juga memiliki perasaan yang sama dengan yang saya rasakan?
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum. Khususnya buat yang bertepuk sebelah tangan.
Padahal seringkali juga, kalau sudah cinta apapun tidak akan digubris. Cinta itu buta, serigkali kita dengar hal ini.
Ada teman kita yang mempertahankan hubungan dengan yang dia sayang yang menurut kita tidak sehat, hubungan yang bodoh, hubungan yang intinya merugikan pihak teman perempuan kita. Tapi seringkali mereka tidak mau mendengarkan omongan kita. Sekali lagi, kali ini, Cinta itu Tuli.

Dua sisi yang bertolak belakang bukan?
Ningen wa omoshiroi!
Manusia itu menarik!
Perempuan itu menarik!
Dan saya juga perempuan.
Jadi, saya menarik!
*Lhoo?*

Sesungguhnya yang mau saya katakan adalah percakapan antar perempuan itu penting. Ibu kepada anak perempuannya, kakak perempuan kepada adik perempuannya, teman perempuan ke teman perempuan, perempuan asing ke perempuan asing lainnya.
Namun, apa yang dibicarakan, dan bagaimana memulainya mungkin itu yang sekiranya perlu diperhatikan. Kita sebagai pihak yang ingin didengar harus bisa membawakan cerita *curhat* sesuai dengan isi hati kita yang kira-kira berkenan dengan orang yang mau mendengar. Kalau tidak, ya sama saja ngomong dengan patung, apalagi kalau si pendengar tidak terlalu masuk ke dalam pembicaraan. Sekalipun dengan teman dekat. Tapi yang namanya sahabat biasanya mau kita cerita dengan berteriak, menangis, berbisik, memaki, pasti akan maklum.
Nah, untuk si pendengar, kalau tidak suka dengan isi cerita, jangan cepat-cepat buka kuping seberangnya. *jadi isi ceritanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri, alias angin lalu* Siapa tahu ceritanya bisa bermanfaat untuk kita suatu saat ketika menghadapi situasi yang mirip, jadi bisa lebih mempersiapkn diri. Atau sekedar belajar berempati dan ikut merasakan isi cerita. Pahala lho itu! =D

Dan biasanya, teman perempuan itu bandel. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, terkadang apa yang kita ucapkan jarang juga diterima dan didengarkan, apalagi soal cinta.

I remember something.
Once my friend, a girl, said that girls usually already have the answer of their problems, they ask for back up!
Jadi, teman perempuan itu sebenarnya sudah punya jawaban atau solusi dari masalah pribadinya. Kalau mereka memutuskan untuk berbagi cerita sebelum keputusan diambil, mungkin mereka meminta dukungan setidaknya mereka mendapat tambahan mental untuk menghadapi konsekuensi dari keputusannya nanti. Terutama masalah cinta.

Intinya, jangan ragu-ragu untuk meminjamkan telinga Anda, karena menjadi pendengar (aktif) itu meringankan setidaknya berat di bahu seseorang. Terutama bila Anda tidak sedang diburu-buru suatu urusan penting.

RHA!
=D

Comments

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!