Skip to main content

How well you're doing fine?

~Everybody's Fine~

***SPOILER ALERTS!!!***

It's time for movie review folks!
After the reviews about ~not so called~ heroes, we're going to talk about a family movie. It's just right in time to have it in this nearly holiday time. Big Holiday when we have whole big family coming through from whole country to see each other after a year time of separation that caused by work, business, and lots of things to do.
Honestly, I have watched many family movies these two months. And I promised I’ll write the review down for you guys partly. Hehehe. I have works to do, too, you know. *LOL*
Okay, enough for the babbling.
Everybody’s Fine is a remake movie of Giuseppe Tornatore’s “Stanno Tutti Bene”. We follow a widower who embarks on in impromptu road trip to reconnect with each of his grown children only to discover that their lives are far from picture perfect. This movie tells us about physical and emotional distances travelled between family members to be back in the same table.
Here’s the deal, I’m going to make the spoiler in Bahasa and I’ll color it in green ink. SO, if you don’t want to read the spoiler, skip it to, maybe one or two, last paragraphs.






posters movie








Frank , seorang duda, merencanakan sebuah reuni keluarga pertama setelah kematian istrinya delapan bulan lalu. Dia merapikan kebun, menyiapkan daging steak terbaik, membeli pemanggang daging modern, dan wine terenak ketika satu persatu anak-anaknya membatalkan rencana kunjungan mereka. Dulu sewaktu istrinya masih hidup, istrinyalah yang menjadi andalan mengurus keluarga terutama untuk anak-anaknya. Frank bekerja sebagai buruh pekerja di pabrik pelapis penyalut, tahan bakar, pada kabel telepon. Reuni keluarga yang batal itu memunculkan ide baru dalam kepalanya, kalau mereka tidak bisa datang, maka aku yang akan mengunjungi mereka satu-persatu.

Frank berkonsultasi dengan dokternya dan langsung ditolak mentah-mentah rencananya untuk bepergian karena kondisi kesehatannya yang tidak begitu baik akibat pekerjaannya dahulu. Semakin dilarang, Frank akhirnya memutuskan untuk pergi. Dengan membawa sebuah koper, dia pergi melakukan perjalanannya. Dia juga menyiapkan surat untuk masing-masing anaknya dan kamera untuk mengabadikan momen-momen indah ketika dia berkunjung. Di kereta Frank menceritakan kepada seorang wanita bahwa dia melakukan pekerjaan penting demi terciptanya kabel telepon yang menghubungkan semua orang. Termasuk dia dan anak-anaknya yang sudah delapan bulan tidak bertemu. Dia akan memberikan kejutan kepada anak-anaknya.

David, anak bungsunya, (tidak terlalu dijelaskan sebenarnya yang mana yang anak pertama, kedua, ketiga, dan keempat) yang berprofesi sebagai seniman (artist) adalah tujuan pertamanya. Namun dia mendapati apartemen David kosong, dia menunggu berjam-jam dan tetap tidak ada jawaban dari dalam apartemen David. Dia sempat mampir ke kafe dan mendapati dua orang laki-laki yang juga paruh baya yang (tampak sangat) kesepian tanpa keluarga. Setelah tidak ada kabar juga dari dalam apartemen yang dituju, Frank akhirnya hanya menyelipkan surat yang sudah dibuatnya di bawah pintu. Ketika dia berjalan menjauhi  apartemen David, dia melihat sebuah galeri lukisan yang memajang karya putranya itu. Frank mengingat bagaimana dulu dia bertanya pada David apa yang ingin dia lakukan ketika sudah dewasa. David mengatakan dia ingin menjadi tukang gambar (painter). Namun ayahnya bilang painter hanya melukis di dinding dan anjing akan mengencingi dinding itu. Maka pekerjaan lain yang lebih bernilai adalah menjadi artist. Frank membuat David berjanji untuk melakukan yang terbaik dan membuatnya bangga. David kecil menjawab “I’m trying Dad” (in the end, this line explains everything).

Frank kemudian pergi mengunjungi Amy, seorang konsultan advertising. Anak perempuannya yang ini adalah wanita karir yang sukses dan memiliki seorang anak laki-laki. Frank cukup dekat dengan cucunya. The funny (and ironic) thing happened here, Jack, his grandson, showed him that the traveled bag had wheels and with the hand-grip inside the bag, all u have to do is pulling it over better than carrying it whole time, like Frank did. Ketika suami Amy pulang, Frank merasakan kecanggungan yang aneh diantara anak-menantu-cucunya itu. Namun ketika ditanya apakah Amy bahagia, anak perempuannya itu menjawab dia bahagia. Hanya hal itulah yang ingin di dengarnya. Dengan alasan kalau dia akan mengadakan perjalanan bisnis dan lain-lain, Amy membuat ayahnya tidak bisa tinggal berlama-lama. Frank kemudian memberikan amplop yang sama dengan yang diselipkan di apartemen David. (disini akan ada percakapan via telepon antara Amy dan saudaranya yang lain mengenai alasan mengapa mereka tidak datang ke reuni keluarganya. We’ll save it for the last, okay? I’ve warn you, it’s a spoiler. Please proceed with your own risks.)
Setelah mengunjungi anak dan cucunya, Frank mengunjungi anak laki-lakinya yang lain yang bekerja sebagai konduktor dan sedang mengadakan konser. Robert, yang dia tahu, bekerja sebagai konduktor dari orchestra tersebut, ternyata hanya seorang pemukul drum, pemain perkusi. Frank bertanya mengapa dia berbohong, Robert menjawab dia tidak pernah berbohong. Robert selalu bilang kalau dia bermain dalam orchestra, memimpin musiknya sendiri, dan berusaha sekeras mungkin. Namun tidak ada yang mau mempekerjakannya sebagai konduktor, padahal Frank sendiri percaya kalau Robert adalah anak yang sangat berbakat. Robert mengatakan kalau dia mengatakan semuanya kepada ibunya. Sama halnya seperti saudara-saudaranya yang lain. Disinilah Frank mulai merasa heran, dari dulu memang istrinyalah yang berhubungan dengan anak-anaknya, dan dia selalu mendengar berita baik dari mulut istrinya. Ketika istrinya wafat, anak-anaknya tidak sepenuhnya bercerita apa adanya pada dia. Robert yang juga merasa tidak terlalu nyaman dengan kunjungan ayahnya akhirnya berbohong kalau dia akan terbang ke Eropa untuk memulai konsernya lagi. Sesungguhnya Robert ingin menghabiskan waktu dengan ayahnya tapi dia merasa tidak sanggup dan tidak tahu harus mengatakan apa. Frank juga meninggalkan sebuah surat untuk Robert.

Dalam perjalanan ke tempat anaknya yang keempat, Frank ketinggalan bus dan akhirnya harus menumpang sebuah truk untuk ke stasiun. Di stasiun, dia hampir dirampok oleh seorang anak muda yang terlihat homeless yang berusaha ditolongnya. Frank bahkan sempat bergulat dengan anak muda tersebut sampai akhirnya anak muda itu menginjak sampai pecah botol obat Frank yang terjatuh dari jaketnya sampai hancur. Frank memunguti obatnya yang sudah hancur dan mengantonginya. Frank mencoba meminta resep yang baru dari dokternya via telepon dan berbohong kalau dia menumpahkannya ke dalam wastafel. Dokternya mengatakan kalau dia harus mampir ke kantor untuk mengambil resep yang baru.

Kunjungan keempatnya disambut dengan riang gembira oleh Rosie, anaknya yang bekerja sebagai penari di Las Vegas. Dia dijemput dengan limousine dan dibawa oleh Rosie ke sebuah apartemen mewah yang diakui miliknya. Rosie juga sudah menyiapkan makan malam khusus untuknya. Namun karena kedatangan tetangganya untuk minta bantuan Rosie menjaga bayinya, akhirnya makan malam itu batal. Ketika Rosie sedang memandikan bayinya, Frank mendengar bunyi telepon dan bertanya apakah dia bisa mengangkat telepon itu. Rosie menolaknya dan menyuruhnya untuk membiarkannya saja. Namun Frank mendengarkan dari mesin penjawab telepon, ada seorang laki-laki yang meminta Rosie untuk mengembalikan apartemennya secepatnya.
Mereka makan malam berdua dan bercakap-cakap mengenai masa lalu. Kemudian Frank bercerita bahwa dia tidak bisa menemui David dan mulai mengkhawatirkannya. Rosie bertanya kepada Frank mengapa dulu dia mendorong semua anaknya agar berusaha sebaik-baiknya dan membuatnya bangga. Rosie bertanya apakah ada motif pribadi dibalik kata-katanya dulu, misalnya keinginannya yang tidak terpenuhi. Frank mengatakan bahwa apa yang dia lakukan dulu hanya semata-mata untuk mendukung anak-anaknya dan melakukan apa yang mereka sukai. Frank sendiri tidak punya ambisi pribadi yang berpindah kepada salah satu anaknya. Dia hanya ingin anak-anaknya mendapatkan apa yang mereka ingin lakukan. Frank sudah cukup bahagia ada wanita yang mau menikahi orang yang cukup gila seperti dirinya, yaitu ibu mereka.  Frank kembali bertanya, mengapa mereka tidak pernah mau jujur padanya. Rosie mengatakan karena berbicara dengan ibunya lebih mudah dibanding bicara dengannya. Ibunya adalah seorang pendengar, dan dia, Frank, adalah seorang penasihat. Kombinasi yang pas.

Setelah lagi-lagi memberikan amplop surat yang sama kepada Rosie, Frank pulang. Di perjalanan pulang, Frank merasakan sakit di dekat jantungnya, sedangkan (serpihan) obatnya sudah habis. Dia pingsan di dalam kamar mandi pesawat. Selama dia pingsan, dia memimpikan anak-anaknya ketika masih kecil. Dia bermimpi mereka berlima sedang makan di halaman belakang rumahnya. Percakapan yang terjadi seperti kesimpulan yang dibuat Frank selama kunjungan dia kepada keempat anaknya. Hal-hal yang terkait mengenai kebenaran dari kehidupan anak-anaknya yang telah dewasa. Kebenaran yang tidak pernah diceritakan oleh anak-anaknya kepada dirinya mengenai kehidupan mereka. Semuanya kecuali David, David kecil di dalam mimpi tidak mengatakan apa-apa padanya.
Jadi, bagaimana nasib Frank yang pingsan di dalam kamar mandi pesawat yang mengudara? Apa yang sebenarnya terjadi dengan keempat anak Frank? Apa yang disembunyikan anak-anak Frank dari ayahnya? Saya simpan semua itu untuk kalian menontonnya sendiri. :D

I personally think that this is one of the great story line family movies. It touches me right in my heart. And as I could say, maybe in every single heart that watches this movie. Especially those who lived separately from parents. :)
Things I like from this movie are the casts, story-line, and the original soundtracks.
The Casts.
I think that the actors are really suitable for the role, especially Frank, played by Robert De Niro. Expression, lines, gestures, mimics, and interactions, everything’s perfect for me. It feels touchy from the very start. The actresses Drew Barrymore and Kate Beckinsale played the role nicely. Drew is so pretty, too! And special for David cast, in the end he only said one sentence, but it’s really deep. Nice!
Story Line
Should I re-write the spoiler above? Haha. It’s a family thing, I personally have issues with this because I lived separately from my parents. *sentimental me :D* Also the detail in this movie, and the jokes it's refreshing. Make you laugh, and make you sob.
Music.
It had few good songs to listen. But these are that I like most:
  • Catch a Falling Star-Perry Como
  • Mannequins in Love-William Joseph Martin
  • Come Home-Findlay Brown
  • I’d Rather Have You-Wanda Jackson
  • (I want to)Come Home-Paul McCartney *i think this the best*


From Me.
Being apart from home means we handle our own business, at least if it’s by meant we learn it slowly as days go by. Being apart from core family is one way to get us being a more mature person. Being apart from parents teaches us how to survive society. And being apart from them makes me realize that I’m still they little daughter they worried most about. This thing keeps me thinking about what I have did a few years ago far away from them. Sometimes I disobeyed their trust, I let them down, or I made them disappointed with I’ve done. But they never fail me. But sometimes, I just couldn’t handle their worries, their disappointment, their hopes, their wills, or even their phones. :P

But I’m trying my best here. What I need them to know is that I will be fine, no matter what happen, with my own way. I’m an adult now, 23, remember? Ah, yes, and I still my parents child too! :D And I will always miss them for my whole life, no matter what.

No matter what reasons you moved out from your home, please keep calling your parents. No matter how busy you are, please text them and write that you eat well there.  No matter how much happiness you feel right now, please don’t forget your parents that care the most for your happiness.

Read Happily All!
:D

Recommended movies :
1.       Grace is Gone
2.       The World’s Greatest Dad
3.       Love Actually
4.       Because I Said So
5.       The Blind Side 

Comments

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!