Skip to main content

Sebenarnya....

Sebenarnya saia ingin segera bercerita apa yang terjadi hari Jumat lalu.
Tapi otak saia agak ng-hang dan tidak mampu berpikir banyak untuk merangkai kata.

Sebenarnya saia berharap disuruh datang tes sampai medical checkup.
Tapi saia ragu dan tidak pede.

Sebenarnya saia juga ingin mengedit foto saya tadi sama sohib saya pulang kondangan.
Tapi mata saya tinggal kurang dari 5 watt lagi.

Sebenarnya saia sudah teramat sangat lelah.
Tapi belum ingin tidur.

Sebenarnya saia mau bilang saia sayang kamu.
Tapi saia nggak punya pacar. Nah, saia ubah dulu, saia sayang diri saia. Maka, segera tidur,

Sebenarnya keadaan sebelumnya adalah premis asal-asalan.
Tapi pasti menjadi spekulasi oleh yang membaca.

Sebenarnya saia ini sedang berdua sohib saia.
Tapi kita diam-diam-an depan laptop masing-masing. Dia mencari video Minuscule, saia bertahan untuk menyelesaikan tulisan ini.

Sebenarnya saia sudah tertidur tiga kali dalam membuat catatan ini.
Tapi saia.......................

Ah, sudahlah.....
Besok saja, atau lusa. Atau besoknya lusa. Atau besoknya setelah besoknya lusa. 

*mendengarkan lagu 3 Kata Ajaib-Dara*

Comments

Popular posts from this blog

Sudah 23 Masih Belum Bisa Menyetrika (Dengan Baik)

Kemarin umur saya bertambah, jadi 23. Usia pantas menikah untuk perempuan. Katanya orang-orang tua sih....:D


Saya memulai hari kemarin dengan hampir tidak tidur pada waktu dini hari. Kemudian hampir kesiangan untuk sahur. Sampai akhirnya hampir tidak melakukan apa-apa seharian. Usia 23 ini saya rasakan adalah usia yang sama seperti kata HAMPIR ini. Kalau orang bilang usia 23 itu usia yang matang untuk wanita dewasa, saya lebih memilih menuju atau hampir matang dengan menyelesaikan tugas perkembangan saya satu-persatu. Kalau ada yang bilang usia 23 ini wanita seharusnya sudah bisa hidup mandiri, saya hampir bisa, tinggal cari pendapatan tetap untuk menggenapi seluruh biaya hidup mandirinya. Kalau ada yang bilang usia 23 itu sudah sepantasnya menikah, sedangkan saya hampir belum merasa ingin menikah. :D


Setelah solat subuh dan mengaji, saya memutuskan untuk tidur lagi karena malamnya saya baru tidur sebentar. Saya bangun sekitar jam 9 kalau tidak salah. Kemudian saya lanjutkan gogoleran s…

[REVIEW] SATU MATA PANAH PADA KOMPAS YANG BUTA

Setelah review ngga niat kemaren, hahahaha, karena intinya cuma pengen nulis sesuatu tentang Cinder yang aduhai ngga nahan keren gitu karakternya tapi ntah mau nulis apa juga ga paham, sekarang saya membawa satu buku yang saya dapat secara gratisan. Semoga reviewnya ngga kalah sama yang sebelumnya. Hahahaha-lagi.

Judul : Satu Mata Panah Pada Kompas Yang Buta
Penulis : Suarcani
Penerbit : Jendela O Publishing House
Jumlah halaman : 224
Waktu menyelesaikan : 2 siang.
Asal : Dikirimin Mbak Anggi.
Blurb : Kompasmu, apakah kamu memperhatikannya? Ada dua arah di sana. Utara dan Selatan. Sama halnya seperti matamu sendiri, arah itu akan menyelamatkanmu dari kesesatan. Tapi, kompas milikku buta. Tidak ada utara selatan dalam hidupku, semua hanyut dalam ketakutan dan masa lalu. Lima belas tahun penjara mencuri jarum kompasku dan setelah bebas, aku pun masih belum tahu ke mana arah hidupku. Aku pembunuh, korban hasrat yang menyimpang. Dunia luar menungguku, berpura-pura menyambutku dengan semar…