Skip to main content

INCEPTION ~dalam pikiran saya~ part 2

SPOILER ALERT!!!
SPOILER ALERT!!!
SPOILER ALERT!!!


EDAN!
Ternyata, semalem itu tidak cukup untuk merampungkan super-spoiler yang saya buat, ini saya buat pagi ini setelah semalam mabok dengan bagian pertamanya...Panjang banget cuy! Mungkin ini, adalah review terpanjang yang pernah saya buat. Benar nggak? And now, it's time for my approbation to this movie.


1st of all, I dedicated myself to be now as one of the Christopher Nolan's fan! Yaaaayyyy! *plok!plok!plok!*


INCEPTION
PemainLeonardo Dicaprio, Ken Watanabe, Joseph Gordon-Levitt, Marion Cotillard, Ellen Page, Tom Hardy, Cillian Murphy, Sutradara : Christopher Nolan, Penulis : Christopher Nolan.


Nah, terlalu banyak yang bisa dipuji, saya bingung mau mulai dari mananya. So, bagaimana kalau kita mulai dari awal cerita. Oke?






The Opening
Openingnnya sederhana menurutku, dan aku sempat mengerutkan kening karena langsung disuguhi oleh sesuatu yang agak tidak nyambung. Orang terdampar, anak kecil, dan pria bersenjata. *see? dari awal aja udah dikasih misteri...fiiuuhhh....applause for Mr.Nolan*
Trus ada Ken Watanabe tua di sebuah ruangan, WOW! Makeup artistnya OKEEEE!!! Edan! Sekelas dengan Benjamin Button, the best make up tim ever.


Dan menurutku, desain gambar/scene di film ini pun tepat. Scene yang dibuat sangat-sangat menggambarkan keadaan yang mungkin terjadi di sebuah cerita mengenai mimpi, dan bagaimana masuk ke mimpi orang lain. Mr. Nolan, you're adorable! Bagaimana bangunan-bangunan runtuh, Ariadne yang dengan liarnya mengacak-ngacak mimpi Cobb, hujan dalam lapis pertama mimpi Robert (sedih banget...), lapis kedua yang saya rasakan sebagai perwujudan kesepian, dan lapis ketiga yang sangaaaaat mungkin tidak tersentuh kalau berhubungan dengan si pemilik dari luar saja. Pas, semuanya pas!


The Dream, Extraction-Inception, I follow yours.
Mimpi adalah kejadian sehari-hari seorang manusia ketika mereka tidur. Kalau menurut bapak kami, Frued, hal tersebut adalah keinginan bawah sadar dari si pemilik mimpi (The Interpretation of Dream). Nolan memberikan semuanya, kondensasi, perpindahan, simbolisasi, dan revisi sekunder. Saya sendiri sangat suka membicarakan bunga tidur seseorang, dan saya, terkadang, merencanakan mimpi saya sebelum tidur, lalu meminta kepada Tuhan di sela-sela doa tidur saya supaya mimpi saya itu dikabulkan. *silly!* Saya tidak begitu mengerti apakah yang mereka lakukan di dalam film ini memang mungkin terjadi di dalam kenyataan, atau tidak. Saya penasaran dengan alat penghubung mimpi yang mirip kipas angin di dalam koper itu. Brilliant!
Ide brilian lainnya adalah, bagaimana kita merancang atau membangun mimpi seseorang sesuai kehendak kita, beserta efeknya. Seperti yang disebutkan Cobb dalam film ini, efek antibodi. Scene ketika Ariadne membalik dunia dan menempelkannya menjadi satu adalah favorit saya.
Kemudian totem, ini adalah simbolisasi dunia nyata ketika kita ada di dalam mimpi. Efeknya memang terbalik dari teori Freud, namun apa yang terjadi disini juga dibalik. Di dalam dunia mimpi, totem adalah representasi dunia nyata kita. Sedangkan simbolisasi mimpi Freud adalah represi ide-ide alam bawah sadar. Jadi, kalau kita di dalam mimpi, kita merepresi dunia nyata (yang dianggap mimpi ketika kita sedang ada di dunia mimpi) ke dalam sebuah totem, supaya nantinya kita tetap sadar akan adanya dunia nyata. Marvelous!


Ekstraksi dan insepsi pun sebenarnya adalah hal yang mungkin terjadi di dunia nyata? Kok bisa? Iya, donk. Kan ada yang namanya hipnotis tuh, nah, hipnotis itu kalau di dunia saya adalah salah satu alat terapi yang digunakan kepada klien untuk mengatasi permasalahan/gangguan yang tidak diinginkan. Kita sebut saja ini jenis psikoterapi. Jadi untuk menyingkirkan sebuah ide, atau memasukkan sebuah ide, yang mana kalau di psiko terapi bisa saja hal yang sama, adalah hal yang mungkin. Misalnya, untuk menyingkirkan fobia terhadap sesuatu, yang ditanamkan adalah fobia tersebut bukan sesuatu yang mengancam dunia kita, atau menarik fobia itu sehingga tidak ada dan dipelajari ulang menjadi suatu hal yang tidak mengganggu hidup kita.
Lalu kenapa tidak pakai hipnotis saja, alih-alih koper aneh itu? Yeah....dan akan makan waktu bertahun-tahun menyelesaikan menonton film ini, yang ditonton adalah sesi hipnnotisnya. Hehehe. Kita butuh imajinasi disini, dan voila, kotak ajaib! Great job Mr. Nolan!
Hanya saja, yang tidak saya temukan disini adalah konsep kepribadian dari mimpi itu sendiri. Iya, yang itu, teman-teman satu jurusan saya pasti tau. Self, ego, super-ego. Atau saya yang melewatkannya? Huuummm, sebentar...Oh! Nampaknya rancangan kejahatan, mmpi, penyelidikan, adalah bagian dari representasi ketiga hal ini. Benar tidak? Koreksi kalau saya salah.


Story Line
Ada teman saya yang bilang, dia pernah membaca di suatu majalah kalau bagaimana kita mempersepsi film ini akan menunjukkan IQ kita. Sejauh ini sih saya belum menemukannya. Film ini, buat orang awam mungkin adalah sebuah film keren dengan cerita yang tidak biasa, atau malah biasa? Tapi buat yang mungkin mengerti teori mimpi, teknologi, dan segala hal di dalam film ini, pasti lebih dari kata keren.
Inti cerita yang berbeda dari yang diberikan di awal adalah suatu efek kejutan di film ini. Saya sempat berpikir, insepsi (penyelundupan/pemasukan) seperti apa yang akan dilakukan. Hipnotis? Biasa. Tapi saya salah tuh! Alih-alih ekstraksi, yang merupakan pekerjaan yang biasa dilakukan Cobb, film ini membuatnya menjadi pengantar ke hal utama, insepsi. Keberadaan seorang ahli hacker mimpi dengan semua kompleksitasnya membuat pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan lebih mudah tanpa kompleksitas itu merupakan ide brilian. Perwujudan Mal sebagai rasa bersalah mungkin bisa direpresentasikan sebagai salah satu contoh ego dari Cobb dimana super-egonya adalah keberadaan anak-anaknya. Wow! Saya pintar atau tidak? Atau malah salah? Hahaha.
Cobb tidak sendirian, dia ditemani oleh satu tim aneh. Aneh? Iyalah aneh, cuma orang aneh yang mau mengorbankan diri buat orang freak kaya Cobb, kalau hal ini terjadi di dunia nyata. Hal yang ditekankan disini adalah bukan hanya tentang uang. Lalu apa? Bukankah penjahat biasanya mencari uang? Yang saya lihat adalah aktualisasi diri. Apa yang dilakukan anggota tim ini adalah sebuah aktualisasi. Mereka memberikan hal terbaik yang menjadi keahlian mereka untuk melakukan pekerjaan ilegal yang membahayakan nyawa. Unjuk gigi istilahnya. Tapi kalau aktualisasi kan 'tanpa pamrih', toh mereka tetap dibayar. Ya itulah penjahat! Kalau kata saya keberadaan mereka di sisi Cobb itu menunjukkan kepamrihan mereka. 
Incredible Mr. Nolan!


The Characters.
Terus terang, tokoh yang terus-menerus mengganggu saya sepanjang film adalah Marion Cotillard. Anda benar sekali, Mal. Takut, karena dia merupakan representasi rasa bersalah yang ada di dalam diri seseorang yang berwujud manusia. Saya kagum, sekaligus takut. Kagum karena aktingnya sangat-sangat mendalam, yang mana kalau kata saya keren sangat. Aktingnya sebagai 'rasa bersalah' sangat-sangat-sangat-tidak bisa dikatakan dengan kata-kata. Pas sangat! Dia terlihat seperti setan, apalagi beberapa kali dia menoleh dengan tiba-tiba dan menatap tajam kepada tokoh lain, dan itu menakutkan. Dia adalah tokoh favorit saya di film ini. 
Leonardo Dicaprio. Film pertamanya yang saya tonton adalah Titanic. Saya sangat-sangat tidak suka. Alasan, kurang pasti sih, tapi saya tidak melihat kapasitas bintang waktu itu. Sampai saya menonton The Aviator. Saya jatuh cinta! Yeah, cinta dan benci itu tipis sodara-sodara! Dia berkembang menjadi aktor watak seperti teman-temannya yang juga keren. Heath Ledger dan The Most Marvelous Person Mr.Depp. Sayang Mr.Ledger sudah tenang di alamnya (berdoa sejenak). Kembali ke Leo. Buat saya, dia sangat mendalami tokoh kompleks Dom Cobb. Waktu pertama muncul, lihat mukanya yang tertampar-tampar ombak saja saya sampai berpikir, nah ini nih...orang sakit jiwanya. Hehehe. 
Kemudian ada Joseph Gordon Levitt dan Ellen Page yang bermain dengan apik dan bisa mengimbangi kegilaan Leo. Saya lupa pernah lihat Joseph di film apa, tapi saya melihat proyeksi Joker ada di dirinya. Belum. Belum sekental Our Beloved Mr. Ledger. Aktingnya belum cukup, namanya juga proyeksi. Saya melihat dia bisa menjadi the next Joker kalau dia bisa mengembangkan karakternya seperti Mr.Ledger. Atau bahkan lebih baik. Satu orang lagi yang mungkin bisa jadi Joker, Leo. Hahaha. Joker tampan. 
Ellen Page, a.k.a  Ariadne, saya suka nama ini dari sebuah komik yang saya baca, cantik, sangat cantik dan cerdas. Perannya sebagai bagian tim sangat total. Dia memproyeksikan mahasiswi cerdas yang tertantang untuk melakukan hal yang menurutnya gila dengan sangat baik. Apalagi muka imut-imutnya itu lho...Hehehe.


The Way The Film Ended
Nah ini nih...yang buat orang-orang satu bioskop kemaren keluar dengan muka bertanya-tanya. Hahaha! You got them Mr. Nolan! The spinning totem yang diperlihatkan di akhir cerita itu benar-benar merepresentasikan banyak hal di dalam film ini karena totemnya masih berputas ketika layar menjadi gelap. Jadi? Jadi apa? Ya begitu sajalah. terserah kalian masing-masing menilainya. Subjektif alert!
Kalau kata saya, itu buru-buru ditutup sebelum dia berhenti berputar, soalnya terasa kok putarannya melambat ketika layar mulai gelap. Ups, sorry, that's behind the scene talk


Tapi memang sih, saya sendiri bertanya-tanya kok, jadi mana yang mimpi? Mana yang nyata? saya sendiri kadang (sering kali juga sih) berpikir, Tuhan bangunkan saya kalau-kalau yang saya alami ini mimpi. Dan saya akan menemukan diri saya di dalam tabung, (ini sih The Matrix, proyeksi liar saya tentang mimpi persis seperti ini.). Buat saya sangat mengerikan jika pikiran/ mimpi kita disusupi orang seperti yang terjadi di film ini. Apa yang akan terjadi kalau ini ternyata memang cuma mimpi? The Dream is Real.


So far, belum ada celaan, hinaan, makian, dan kritikan yang keluar dari mulut saya untuk film ini.
*standing applause buat Mr.Nolan kawan-kawan...*


Read Happily All!
Enjoy!


Film wajib tonton lainnya :
1. Batman: Dark Night
2. The Prestige
3. Memento
4. The Aviator
5. Shutter Island


*fiiuuuuhhhh....beres jugaaaa....*

Comments

  1. joseph gordon levitt itu yang jadi cowoknya di 500 days of summer.
    Masalah scene totem yang di-cut langsung, untuk 'keperluan' sekuel mungkin :D ?

    ReplyDelete
  2. wow.. kalo saya coba ngeliat film ini dengan perspektif yang berbeda dari tulisan tentang tafsir mimpi ata teori psikoanalisis-nya Sigmund Freud.

    Jean Baudrillard dalam bukunya yang berjudul Simulation mengatakan bahwa di jaman post-modern ini kita hidup dalam Simulacra (dimensi ruang dan waktu yang mana antara ilusi dan realita melebur menjadi satu, sehingga mustahil bagi kita membedakan keduanya)

    Tanda...simbol...citra...terus menerus direproduksi maknanya sehingga jauh dari realitas (hiperealitas), kondisi ini kemudian menjadikan tiap-tiap individu memiliki kesadaran palsu dalam memaknai realitas sekitarnya.

    Jadi kesimpulannya, walaupun matanya melek tapi sebenarnya bermimpi. Karena bagaimana mungkin memaknai realitas dengan kesadaran palsu?

    Reproduksi makna berlangsung setiap hari di sekitar kita terutama kita kita menonton TV, ribuan ilusi ditampilkan secara intenif sehingga membentuk alam bawah sadar kita. Jadi.... jangankan bermimpi.... tapi.... apakah dunia yang kita yakini nyata ini tidak lebih dari sekedar ilusi???

    ReplyDelete
  3. :oldradix:
    aaaaaah..pantes, familiar mampus tuh cowok! Emang dia tokohnya gak pernah biasa deh...hehehe. Ng, totem di cut dimananya don? Hmm..kalo di-sekuelin jadi gimana lagi ya? *wondering*

    :anynomous:
    kebutuhan untuk membentuk idealitas mungkin ya, sementara ini super ego manusia itu masih menjadi realitas yang tidak terbantahkan kayaknya untuk tetap berada di dunia nyata, menurut ukuran masing2, kalau ini yang seperti dimaksudkan. semoga gak keliru...

    :sitampandariselatan:
    eh, ada mas dito mampir...
    beuh, mesti durung nonton iki...
    nek aku neng jokja, tak kancani...hahaha.

    ReplyDelete
  4. nemenin saya? yah bolehlah. tapi syaratnya ndak boleh minta popcorn saya! >:)

    ReplyDelete
  5. :sitampandariselatan:

    gak terlalu suka popcorn, sakit gigi. hahahaha. gantinya nachos aja deh! *loh??*
    kau sedang tidak menulis kah? atau skrg hobi ng-twit?
    eh, ini inception wajib tonton lhoo....dan film2 yang saya rekomendasikan juga! =D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DILAN 1990, DILAN 1991, dan MILEA

"Jangan datang ke perempuan untuk membuat dia mau, tapi datanglah ke perempuan untuk membuat dia senang."

Saya hari ini sudah menyelesaikan buku MILEA-nya Pidi Baiq versi soft-reading (jangan tanya dapat dari mana!) setelah saya penasaran begitu buku itu keluar. Budget buku saya lagi dikurangi. Hahahaha.

Saya membeli Dilan 1990 dan Dilan 1991 secara terpisah, yang satu di toko buku di kota saya dengan diskon, dan yang satu lagi dengan dalih lagi-lagi penasaran akan kelanjutannya, saya pesan online dengan diskon juga. Ketika Milea keluar, saya hampir mau membeli ikutan PO, tapi saya nggak butuh CDnya. Akhirnya nggak jadi. Begini dan begitu, ini dan itu, akhirnya saya membaca Milea. Setelah selesai membaca Milea, apakah Ayah Pidi akan mengeluarkan buku lanjutan Dilan-Milea lain? Soalnya Milea kan sudah mau tunangan dan Dilan sudah punya pacar yang juga dia pikirkan selalu.Ups....

Saya kaget waktu membaca Milea di awal karena ternyata Milea ini dari sudut pandang Dilan, dan dua…

RIUH JAGAD MAYA

Setelah pilkada Jakarta usai, ternyata keriuhan jagad maya belum selesai.
Wow banget kaka... salut sama kamu-kamu-kamu yang tiada henti entah menebar fakta atau isu atau sekedar pendapat dan pemikirannya atau malah fitnah (na'udzubullah) di jagad maya. Konsistensi yang luar biasa.... *standing applause*
Seakan-akan energimu tiada habisnya untuk mencari dan mencari, sebar dan membagi.
Coba energimu dialihkan untuk lebih keras mencari jodoh dan menggenapkan setengah dien. #eh
Coba energimu dialihkan untuk  mencari keahlian baru yang bisa berguna untuk nambahin CV atau sekedar keterampilan kerja dan kreatifitas. #uh-huh
Coba energimu digunakan untuk berbaikan dengan teman-temanmu yang terputus silaturahminya karena satu atau dua kata yang menyulut pertengkaran yang sesungguhnya tidak penting dan merugikan. #udahsipbelum?
Coba, lagi, energimu digunakan untuk mencari uang lebih banyak supaya bisa mencari restoran yang murah dan enak supaya bisa traktir keluarga besarmu. #yanginisipbange…

SCURVY

SCURVY. Pernah dengar sebelumnya? Nggak? Saya juga tadinya belum pernah baru dengar. :-D Gara-gara cerpen yang saya buat, saya jadi tahu kata ini, SCURVY, beserta arti lainnya. Kalau menurut terjemahan Om Gugel, SCURVY ini artinya CURANG. Curang itu contohnya seperti ini, "Hati-hati awas jatuh ke CURANG!", atau seperti ini, "Tolong tambahkan uang saku bulanan aku donk Pa, CURANG nih buat jajan.".  Garink?  Yes, I Am! :-P
Kali ini saya bukan membahas mengenai SCURVY=CURANG. Ada SCURVY yang lain. SCURVY yang berarti adalah defisiensi vitamin C. Wow! Saya kira tadinya kalau kekurangan vitamin ya namanya hanya avitaminosis. Ternyata, yang ini ada nama penyakitnya! SCURVY. Mau tau lebih lanjut? Enjoy this writing!